Sekitar 50 Pelajar di Depok Kocar-kacir saat Disatroni Polisi, 13 Orang Berhasil Ditangkap

Sebanyak 13 pelajar SMA dan SMP yang diduga hendak tawuran berhasil diamankan aparat Polsek Limo

Sekitar 50 Pelajar di Depok Kocar-kacir saat Disatroni Polisi, 13 Orang Berhasil Ditangkap
Sebanyak 13 pelajar SMA dan SMP yang diduga hendak tawuran berhasil diamankan aparat Polsek Limo dari Jalan Meruyung, Limo, Depok, Minggu (2/9/2018) dinihari pukul 03.00. (Foto: dok.Polsek Limo) 

SEBANYAK 13 pelajar SMA dan SMP yang diduga hendak tawuran berhasil diamankan aparat Polsek Limo dari Jalan Meruyung, Limo, Depok, Minggu (2/9/2018) dinihari pukul 03.00.

Sebelumnya kelompok pelajar ini berjumlah lebih dari 50 orang. Mereka berkumpul dan nongkrong di depan salah satu bangunan sekolah di Jalan Meruyung.

Karena keberadaan mereka meresahkan warga, beberapa warga melaporkannya ke Polsek Limo.

Kepala Polsek Limo Kompol Iskandar menuturkan berdasarkan laporan warga tersebut, sejumlah petugas akhirnya mendatangi tempat dimana sekelompok remaja itu berkumpul.

"Saat petugas mendatangi mereka dengan beberapa mobil patroli dan sepeda motor, sekelompok remaja ini langsung pecah, kocar-kacir serta berhamburan melarikan diri. Sebagian berhasil kabur dengan motor atau lari masuk ke jalan kecil pemukiman warga. Namun 13 remaja berhasil kami amankan," kata Iskandar.

Mereka yang diamankan katanya rata-rata adalah pelajar tingkat SMU atau SMA. "Tapi ada juga yang pelajar SMP, dua orang," kata Iskandar.

Bahkan katanya beberapa pelajar SMU yang diamankan itu tampak masih mengenakan celana seragam sekolah.

"Setelah menangkap 13 remaja, kami sisir tempat mereka nongkrong dan lokasi di sekitarnya. Dari penyisiran kami dapati enam buah senjata tajam,.jenis celurit," katanya.

Iskandar menjelaskan dari hasil interogasi kepada para pelajar yang ditangkap, semuanya mengelak jika dikatakan hendak tawuran.

"Mereka mengaku sekadar ngumpul dan nongkrong saja. Namun para remaja yang ngumpul berkelompok seperti ini, apalagi pada malam hari atau dinihari, akan sangat rentan diprovokasi hingga menimbulkan tawuran," kata Iskandar.

Karenanya kata dia cukup wajar warga merasa resah dan melaporkan keberadaan para pelajar atau sekelompok remaja itu ke pihaknya.

Meskipun kata Iskandar, ke tiga belas pelajar tersebut, tak ada yang mengaku sebagai pemilik dari enam senjata tajam berupa celurit, yang ditemukan petugas dari tempat mereka nongkrong.

"Mereka mengatakan kemungkinan celurit itu adalah milik teman mereka yang berhasil kabur," katanya.

Ke tiga belas pelajar tersebut tambah Iskandar akhirnya hanya diberikan pembinaan sebelum diperbolehkan pulang dan dikembalikan ke keluarga, Minggu siang.

Syaratnya mereka harus dijemput orangtua atau kerabat, serta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, nongkrong ramai-ramai hingga dinihari tanpa ada tujuan yang jelas. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help