Kekeringan Kian Parah, Warga Tangerang Selatan Semakin Resah

Kemarau berkepanjangan yang melanda seluruh wilayah Tangerang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan semakin resah.

Kekeringan Kian Parah, Warga Tangerang Selatan Semakin Resah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Polisi membantu penyaluran air bersih ke warga Tangerang Selatan yang wilayahnya dilanda kekeringan. 

MUSIM kemarau berkepanjangan yang melanda seluruh wilayah Tangerang, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan menjadi semakin resah.

Seperti yang dialami pada warga di Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan masih mengalami kekeringan.

Sumur-sumur yang menjadi sumber air bersih mereka, telah lama tak mengeluarkan air. Kini warga terpaksa menggunakan air dari kali Cisalak untuk kebutuhan mandi dan cuci.

“Kekeringan semakin parah, kali juga mulai surut. Kami juga kerepotan mengatur pengeluaran kalau harus terus-terusan membeli air bersih untuk minum dan masak,” ujar Sarnah satu dari warga setempat, Minggu (2/9/2018).

Dirinya beserta puluhan kepala keluarga lain di kampung itu, berdoa agar Tuhan memberikan hujan. Ia berharap kali dan sumur-sumur warga kembali berisi.

“Semoga cepat ada hujan turun. Sekarang ini kami semata-mata sangat tertolong dati bantuan air bersih pemerintah dan polisi,” kata Lala warga lainya.

Dalam pemberian bantuan air bersih kepada warga, mereka mengantre dengan membawa jeriken dan galon. Sedikitnya, ada ratusan kepala keluarga terdampak kekeringan pada musim kemarau kali ini.

Kapolsek Cisauk AKP Fredy Yudha Satria menerangkan, bantuan air bersih kepada masyarakat kampung Koceak ini diinisiasi oleh Bhayangkari Polsek Cisauk. Dengan menyiapkan satu tangki air bersih berisi 16ribu liter.

“Kami sangat prihatin dengan kekeringan ini, sedikit bantuan yang kami berikan semoga bermanfaat untuk masyarakat Koceak,” ucap Kapolsek.

Terlihat, puluhan ibu dan bapak mengantre untuk mendapat air bersih yang diselenggarakan di Mushala Nuruh Huda.

Ahmad, staf Kelurahan Kranggan mengaku, warga di Kampung Koceak memang kerap dilanda kesulitan air bersih dikala musim kemarau panjang.

“Kalau di kampung ini memang rutin kekeringan, engga hujan-hujan 3 Minggu saja sudah pasti kekeringan. Kami dari aprat pemerintah setempat juga selalu berkordinasi dengan BPBD Tangsel, kalau kebutuhan air bersih warga berkurang,” papar Ahmad.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved