Pilpres 2019

Sandiaga Uno: Untuk ke-278 Ribu Kalinya Saya Bicara, Tidak Benar Ada Mahar Politik

"Kita hormati proses, karena kita ingin masyarakat melihat pilpres dan pemilu kita harus transparan, jujur dan penuh keadilan," tutur Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno: Untuk ke-278 Ribu Kalinya Saya Bicara, Tidak Benar Ada Mahar Politik
TRIBUNNEWS/RIA ANATASIA
Sandiaga Uno di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2018). 

BAKAL calon wakil presiden Sandiaga Uno kembali membantah tuduhan pemberian mahar politik sebesar Rp 1 triliun, demi mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Ini untuk yang ke-278 ribu kalinya saya bicara, tidak benar saya garisbawahi, tidak ada (mahar politik). Sudah saya bantah berulang kali, tapi saya tidak akan lelah terus membantah," ucap Sandiaga Uno, saat ditemui di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2018).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dirinya akan selalu siap memberi klarifikasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kasus tersebut. Hal itu, katanya, untuk memastikan pemilu di Indonesia transparan, jujur, dan penuh keadilan.

Baca: Tak Cukup Bukti dan Gagal Periksa Andi Arief, Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Mahar Rp 500 Miliar

"Kita hormati proses, karena kita ingin masyarakat melihat pilpres dan pemilu kita harus transparan, jujur dan penuh keadilan," tutur Sandiaga Uno.

"Kalau enggak, masyarakat akan melihat ini politic as usual, padahal kita kan penginnya justru di 2019 ada terobosan. Terobosan semua kita transparan tak ada yang ditutup-tutupi," sambungnya.

Sebelumnya, Bawaslu memutuskan pihaknya tak menemukan pelanggaran pemilu terkait dugaan pemberian mahar politik dari Sandiaga Uno ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terkait pencalonan pada Pilpres 2019.

"Terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan presiden dan wakil presiden, tidak dapat dibuktikan secara hukum," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018). (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help