Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Bisa Jabat Ketua Umum MUI Lagi Jika Gagal Jadi Wakil Presiden

Ia memastikan posisi MUI sebagai organisasi akan berdiri netral dalam perpolitikan.

Ma'ruf Amin Bisa Jabat Ketua Umum MUI Lagi Jika Gagal Jadi Wakil Presiden
Warta Kota/Henry Lopulalan
Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin tiba di RSPAD untuk menjalani tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8/2018). 

WAKIL Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menyatakan, jika gagal terpilih menjadi wakil presiden di Pilpres 2019, jabatan Ketua MUI dapat kembali dipegang Ma'ruf Amin.

Beberapa waktu lalu, Ma'ruf Amin menyatakan diri nonaktif dari jabatannya sebagai Ketua MUI.

"Ya nanti kan diaktifkan lagi (jadi Ketua MUI), namanya nonaktif kan," ujar Zainut Tauhid, ditemui di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Baca: Sebut Hatersnya Masih Bocah, Iis Dahlia: Anak Kecil Mana Ngerti Sih Permasalahan Hidup

Ia menjelaskan, dalam posisi Ma'ruf Amin sekarang, yang menjadi bakal calon wakil presiden, tak seharusnya mempengaruhi jabatannya sebagai Ketua MUI.

Hal itu didasari oleh Pedoman Rumah Tangga Pasal 1 Ayat 6 Butir F yang berbunyi, "Jabatan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal/Umum tidak boleh dirangkap dengan jabatan politik di eksekutif dan legislatif serta pengurus harian partai politik."

Sehingga, Ma'ruf Amin baru bisa mundur dari jabatan Ketua Umum MUI, jika yang bersangkutan mendapat jabatan politik atau telah terpilih menjadi wapres.

Baca: Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lahan Warga, Teguh Hendrawan: Saya Bingung, Harus Bagaimana Lagi Ya?

"Harusnya malah tidak ada ketentuan untuk nonaktif atau mundur (saat jadi bakal calon wapres). Dalam anggaran pedoman dasar pasal 1 ayat 6 baru, setelah jadi pejabat politik ya baru beliau melepaskan, jadi kalau masih bakal calon ya (bisa saja jadi Ketua MUI)," papar Zainut Tauhid.

Ia memastikan posisi MUI sebagai organisasi akan berdiri netral dalam perpolitikan. Meski demikian, MUI tak menutup kemungkinan jika dalam elemen MUI sendiri memiliki pandangan berbeda-beda.

"Yakin percaya bahwa MUI akan menjaga jarak kepada semua kekuatan politik ya. Karena kami di MUI itu warnanya beda-beda, jadi kami enggak mungkin menarik satu kelompok saja, ada yang merah, ada yang hijau, jadi kami akan memayungi akan menjadi guide, tidak ada, kami akan netral," paparnya.

Sebelumnya, keputusan nonaktif Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI didasari posisinya yang menjadi calon wakil presiden, agar tidak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help