Pilpres 2019

Tak Cukup Bukti dan Gagal Periksa Andi Arief, Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Mahar Rp 500 Miliar

Keputusan itu dibahas di dalam rapat pleno antara anggota Bawaslu yang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Abhan, Kamis (30/8/2018) malam.

Tak Cukup Bukti dan Gagal Periksa Andi Arief, Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Mahar Rp 500 Miliar
Kompas.com
Ketua Bawaslu Abhan 

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan tidak memproses lebih lanjut dugaan pemberian uang senilai Rp 500 miliar, untuk pencalonan Sandiaga Uno sebagai wakil presiden yang diberikan kepada PAN dan PKS.

Keputusan itu dibahas di dalam rapat pleno antara anggota Bawaslu yang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Abhan, Kamis (30/8/2018) malam.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, tidak dapat dibuktikan secara hukum.

Baca: Andi Arief Mau Berikan Keterangan Atau Tidak, Bawaslu Tetap akan Proses Kasus Dugaan Mahar Politik

"Terhadap laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 tidak ditemukan jenis dugaan pelanggaran pemilu yang dilanggar oleh terlapor," ujar Abhan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap laporan yang disampaikan Frits Bramy Daniel, selaku Wakil Ketua LSM Federasi Indonesia Bersatu yang dilaporkan ke Bawaslu pada 14 Agustus 2018.

Berdasarkan ketentuan pasal 454 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Bawaslu menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan berkas laporan terkait, dengan keterpenuhan syarat formil dan materil.

Baca: Tiga Kali Mangkir Diperiksa Soal Mahar Politik, Andi Arief Tawarkan Tiga Opsi Ini kepada Bawaslu

Dari hasil kajian awal menyatakan, laporan pelapor memenuhui syarat formil dan materil. Kemudian, dilakukan registrasi dengan laporan Nomor: 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 pada tanggal 16 Agustus 2018.

Sesuai dengan tata cara dan mekanisme penanganan pelanggaran, setelah dilakukan registrasi, Bawaslu melakukan pemeriksaan dengan mengundang terlapor dan saksi-saksi, untuk dilakukan klarifikasi untuk mendengarkan keterangan terhadap peristiwa yang dilaporkan.

Namun, dari tiga saksi yang diajukan oleh pelapor, satu saksi atas nama Andi Arief tidak dapat didengarkan keterangannya, karena tidak memenuhi undangan yang telah disampaikan oleh Bawaslu sebanyak dua kali sebagaimana ketentuan Pasal 24 ayat (5) dan ayat (6) Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum.

Baca: Ruhut Sitompul Yakin Tudingan Andi Arief Soal Sandiaga Uno Berikan Mahar Rp 500 Miliar Benar Adanya

Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu, menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan terjadinya peristiwa pemberian uang kepada PKS dan PAN.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help