Sepeda Motor Diusulkan Juga Terkena Kebijakan Ganjil Genap

Sejumlah unsur masyarakat mendukung agar ganjil-genap juga diterapkan pada sepeda motor.

Sepeda Motor Diusulkan Juga Terkena Kebijakan Ganjil Genap
Warta Kota/Alex Suban
Sejumlah ruas jalan di antaranya MT Haryono dan Gatot Subroto, yang terletak menjadi kawasan perluasan pembatasan kendaraan bermotor sistem ganjil genap jelang Asian Games 2018. 

Sejumlah unsur masyarakat mendukung agar ganjil-genap juga diterapkan pada sepeda motor.

Setelah menerapkan perluasan ganjil genap sejak digelar Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperpanjang kebijakan perluasan ganjil genap sampai Oktober 2018.

"Harapan saya kalau boleh ada ganjil-genap, motor berlaku," kata anggota Commuter Line Mania, Anthony, dalam focus group discussion (FGD) di kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Anthony yang selama ini bersepeda dari Stasiun Duri mengatakan dengan pembatasan motor, pesepeda bakal lebih nyaman di jalanan.

Ia menepis tuduhan pembatasan kendaraan adalah upaya pelanggaran hak.

"Kalau enggak bisa, dilarang saja sekalian (motor). Bukan saya mau melanggar HAM, tetapi berpolusi kok ngomongin HAM? Justru saya tanya hak saya sebagai manusia di Jakarta yang kena paparan polusi, justru itu yang harus dibela," ujar dia.

Hal yang sama disampaikan Ahmad Safrudin atau Puput dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB).

Puput mengatakan, kebijakan ganjil-genap bakal efektif jika dilakukan konsisten dan tanpa diskriminasi.

"Ganjil-genap harus antidiskriminasi. Memang alasan kawan-kawan di DPR tuh dulu pengendara motor kan wong cilik," ucap Puput.

Namun, lanjut dia, pengendara motor bukanlah kelas bawah.

Halaman
12
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved