Asian Games 2018

Polisi Pantau Pergerakan Sel-sel Teroris Jelang Penutupan Asian Games 2018

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya terus memonitor pergerakan dari sel-sel atau jaringan terorisme.

Polisi Pantau Pergerakan Sel-sel Teroris Jelang Penutupan Asian Games 2018
Warta Kota/Nur Ichsan
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto sedang menyampaikan informasi tentang hasil pengungkapan kasus pengoplosan gas elpiji di lokasi penggerebekan yang berlokasi di kawasan pergudangan Kavling DPR,Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (12/1). 

UPACARA penutupan alias closing ceremony Asian Games 2018 akan digelar pada Minggu (2/9/2018) lusa. Kepolisian pun terus menysiapkan pengamanan jelang acara tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya terus memonitor pergerakan dari sel-sel atau jaringan terorisme.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui dan mencegah terjadinya aksi teror di pagelaran olahraga paling bergengsi se-Asia tersebut.

Baca: 9.442 Pasukan Gabungan Siap Lancarkan Upacara Penutupan Asian Games 2018

"Kami mencegah jangan sampai ada serangan teror. Kami monitor lah sel-sel yang memang sudah dalam pantauan kami. Moga-moga mereka bergerak," ujar Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/8/2018).

Hingga saat ini, menurutnya, kondisi masih kondusif dan aman-aman saja. Akan tetapi, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, pihaknya tetap berjaga dan memonitor pergerakan sel-sel tersebut.

Apalagi, kata mantan Wakabaintelkam itu, Korps Bhayangkara telah mengetahui mana sel yang akan berpotensi bergerak dan tidak.

Baca: Pamer Foto Kenangan Bersama Prabowo Subianto, Pengikut Instagram Minta Titik Soeharto Rujuk

"Sampai saat ini kami masih terus pantau. Masih aman. Ya kan sudah tahu orang-orang yang sel-sel, oh ini yang bergerak, yang ini yang berpotensi akan bergerak, kami sudah tahu," tuturnya.

Lebih lanjut, Setyo Wasisto mengatakan akan ada 9.422 pasukan gabungan yang mengamankan acara ini. Kebanyakan dari personel tersebut merupakan satgas Polda dan Polres.

"Jadi totalnya 9.422 personel. Terdiri dari satgas polda 4.440 personel, satgas polres 2.068 personel, BKO Mabes 947 personel, BKO TNI 1.371 personel, Pemda 596 personel, Dishub," bebernya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help