Penertiban

PKL di Jalan Grogol dan Jalan Krukut di Limo Diultimatum Satpol PP Kota Depok

Surat teguran kedua itu dilayangkan setelah surat teguran pertama diabaikan. Para pedagang tetap berjualan di lokasi yang dilarang.

PKL di Jalan Grogol dan Jalan Krukut di Limo Diultimatum Satpol PP Kota Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengultimatum pedagang kaki lima (PKL) agar menyingkirkan lapaknya di atas pedestrian di sepanjang Jalan Krukit hingga Jalan Grogol, Limo, Depok, Jumat (31/8/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK--- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali mengultimatum pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapaknya di trotoar Jalan Krukit hingga Jalan Grogol, Limo, Depok, Jumat (31/8/2018).

Petugas melayangkan surat teguran atau surat peringatan kepada para pedagang di sana yang berjumlah sekitar 50 pedagang.

Mereka diminta agar tidak berjualan dan menggelar lapaknya di atas pedestrian dan di dekat kali krukut.

Alasannya,  mereka dianggap melanggar aturan dan  garis sempadan sungai.

Baca: Penertiban PKL di Grand Depok City, Satpol PP Minta Lapak dan Tenda Tak Tutup Badan Jalan

Kasatpol PP Depok Yayan Arianto menuturkan, surat teguran kedua itu dilayangkan setelah surat teguran pertama diabaikan. Para pedagang tetap berjualan di lokasi yang dilarang.

Selain melanggar aturan, keberadaan pedagang di sana dikeluhkan warga. "Karena mereka memicu kemacetan di sepanjang ruas jalan itu," katanya.

Para pedagang membuka lapaknya memakai bangunan semi non permanen.

Setelah para PKL menyingkir dari trotoar,  sebagian lahan para pedagang  akan terkena pembangunan tol desari.

"Karenanya kita tertibkan mulai sekarang," katanya.

Baca: Warga Perkampungan Minta Anies-Sandi Tak Ada Penggusuran dan Penertiban PKL

Maman, salah seorang pedagang buah di sana mengatakan, dirinya sudah belasan tahun berjualan di trotoar itu karena dekat dengan tempat tinggalnya.

"Kalau sekarang kami tidak boleh dagang di sini, pemerintah mesti berikan solusi untuk tempat berjualan kami dong. Jangan main usir begitu saja," katanya.

Dia meminta petugas memberi toleransi atau menyiapkan tempat berdagang lain bagi mereka, sebelum melakukan penggusuran lapak pedagang.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved