Nilai Tukar Rupiah Semakin Melemah, Fadli Zon: Sangat Membahayakan

Pemerintah, menurut Fadli Zon, harus segera melakukan tindakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Nilai Tukar Rupiah Semakin Melemah, Fadli Zon: Sangat Membahayakan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

WAKIL Ketua DPR Fadli Zon menyoroti terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang kini menyentuh Rp 14.680 per dolar AS.

Fadli Zon mengatakan, terus merosotnya nilai tukar rupiah merupakan peringatan yang sangat membahayakan.

"Kalau kita ingat tahun 1997-1998 dimulai dengan krisis moneter, dimulai dengan depresiasi rupiah. Saya masih inget rupiah di kisaran 2.200 terus merosot sampai dengan 6.000," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Baca: Begal Tewas di Saluran Irigasi Cikarang karena Panik Dikejar Massa

"Kemudian pernah mencapai angka terburuk yaitu 18.000, dan kemudian di sekitaran 14.000 lagi. Sekarang ini dengan rupiah semakin melemah sampai ke titik 14.700 bahkan 14.800, ya ini menurut saya sangat membahayakan," sambungnya.

Pemerintah, menurut Fadli Zon, harus segera melakukan tindakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Saat ini, menurutnya, belum tampak langkah dari pemerintah untuk menanggulangi merosotnya nilai tukar rupiah.

"Pemerintah harus membuat sesuatu ya. Kelihatan dari langkah-langkah yang ada, tidak ada intervensi kebijakan, yang bisa paling tidak untuk menahan laju depresiasi ini. Ini menurut saya mestinya pemerintah serius dalam menghadapi ini," tuturnya.

Baca: Koalisi akan Lakukan Ini untuk Redam Kekecewaan Pendukung karena Jokowi Pilih Maruf Amin

Fadli Zon mengatakan, pemerintah tidak bisa beralasan bahwa pelemahan rupiah merupakan dampak dari ekonomi global. Menurutnya, negara lain yang juga terkena dampak seperti India, Turki, dan Filipina, masih dapat bertahan.

"Jadi getting intervention right, kalau ini enggak jelas intervention-nya apa. Menurut saya tidak berbuat apa-apa itu pemerintah untuk mengatasi sekarang ini," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help