Pilpres 2019

KH Maruf Amin Janji Akan Mundur Dari Rais Aam PBNU Jika KPU Sudah Buat Keputusan

KH Maruf Amin akan segera mengundurkan diri dari jabatan Rais Aam PBNU, tetapi tidak sekarang.

KH Maruf Amin Janji Akan Mundur Dari Rais Aam PBNU Jika KPU Sudah Buat Keputusan
tribunjabar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Maruf Amin. 

BAKAL Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Maruf Amin sampai kini masih merangkap jabatan menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sesuai ketentuan, kata Maruf Amin, pengurus PBNU tidak boleh rangkap jabatan atau terlibat secara langsung dalam politik praktis.

Karena itu, Maruf Amin pun berjanji akan menaati anggaran dasar dan anggaran rumah tangga di PBNU.

Begitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dirinya menjadi Cawapres mendampingi Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin berjanji akan mengundurkan diri.

Baca: Pelaku Tembak Dua Anggota PJR di Tol Cipali karena Balas Dendam Mertuanya Ditangkap

Baca: Ada Aksara Asing di Proyek yang Diresmikan Menteri Jokowi, Begini Penjelasan Undang-undang

“Saya kira di NU itu kan sudah ada aturan, ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Kalau sudah ditetapkan, tentu saya akan menyerahkan tugas Rais 'Aam kepada Wakil Rais Aam sebagai pejabat Rais 'Aam. Saya kira ada mekanismenya, kita akan tempuh sesuai mekanisme itu,” ujar KH Maruf Amin di depan wartawan di Jakarta, Kamis (30/8).

Dalam kesempatan yang bersamaan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj mengatakan bahwa pengunduran diri Rais 'Aam hanya tinggal menunggu waktu.

Baca: Pedangdut Zaskia Gotik Berdebar-debar Pertama Kali Main Film

Baca: Bos Alibaba Bakal Hadiri Upacara Penutupan, Panitia Asian Games 2018 Tak Bikin Persiapan Khusus

Begitu KH Ma’ruf ditetapkan oleh KPU sebagai calon wakil presiden, maka yang bersangkutan langsung mengundurkan diri.

“Nunggu ditetapkan dulu sebagai cawapres. Kalau sekarang kan masih bakal cawapres. Nunggu tanggal 23 (September). Kalau sudah tetap, baru mengundurkan diri dan melimpahkan tugas-tugasnya kepada Wakil Rais ‘Aam,” tegas KH Said Aqil Siroj.

KH Ma’ruf Amin dan KH Said Aqil Siroj hadir dalam acara “Silaturrahim Nasional PBNU Bersama PWNU Se-Indonesia; Konsolidasi Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama”, di Jakarta 30 Agustus 2018.

Dalam keterangan Kiai Said, forum ini akan membahas tiga hal yakni; pertama persiapan satu abad NU, kedua pesiapan hari santri, dan ketiga penguatan bantuan NU kepada korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, KH Maruf Amin dan Joko Widodo telah diusung oleh sembilan partai politik (parpol) menjadi cawapres-capres pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Selain menjadi Rais Aam PBNU, Maruf Amin adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI telah mengadakan rapat pleno dan memutuskan menunjuk pejabat sementara Ketua Umum MUI untuk mengantikan Maruf Amin. (Ahmad Rozali/nu.or/id)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help