Pilpres 2019

Kasus Dugaan Mahar Politik Dihentikan, Andi Arief: Bawaslu Pemalas dan Enggak Serius

Andi Arief menuding Bawaslu tidak serius mengusut kasus dugaan mahar politik yang diduga menyeret nama Sandiaga Uno.

Kasus Dugaan Mahar Politik Dihentikan, Andi Arief: Bawaslu Pemalas dan Enggak Serius
Kompasiana
Andi Arief 

WAKIL Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menyebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak serius menangani kasus dugaan mahar politik.

Andi Arief mengaku tak bisa memenuhi panggilan Bawaslu beberapa waktu lalu, karena tengah berada di Lampung. Pemanggilan terhadap Andi Arief berkaitan dengan tudingannya terhadap Sandiaga Uno yang diduga menjanjikan masing-masing Rp 500 miliar kepada PKS dan PAN.

"Bawaslu pemalas dan enggak serius," ujar Andi Arief saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/8/2018).

Baca: Tak Cukup Bukti dan Gagal Periksa Andi Arief, Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Mahar Rp 500 Miliar

Andi Arief tak bisa memenuhi panggilan Bawaslu karena tengah berada di Lampung. Menurut Andi Arief, ia telah memberikan beberapa opsi kepada Bawaslu, satu di antaranya dengan meminta komisioner Bawaslu datang ke Lampung.

"Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor zaman Belanda. Untuk Apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara? Kalau soal jarak saja enggak bisa mereka pecahkan," tutur Andi Arief.

Andi Arief menuding Bawaslu tidak serius mengusut kasus dugaan mahar politik yang diduga menyeret nama Sandiaga Uno.

Baca: Tiga Kali Mangkir Diperiksa Soal Mahar Politik, Andi Arief Tawarkan Tiga Opsi Ini kepada Bawaslu

"Kalau serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu," kata Andi Arief.

Bawaslu telah menutup kasus dugaan mahar politik tersebut. Alasan dihentikannya kasus itu, karena tidak ditemukan bukti yang kuat. Menurut Bawaslu, pelapor dan saksi tidak mendengar atau melihat secara langsung peristiwa pemberian mahar politik tersebut

"Bawaslu sudah menutup kasus mahar ini, kita hormati. Catatan saya, kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung komisioner bisa mendapatkannya seperti yang sudah saya tawarkan," papar Andi Arief. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help