Home »

News

» Jakarta

Genjot Pendapatan, UPPRD Cilandak Gelar Pekan Panutan PBB-P2

KECAMATAN Cilandak melalui Unit Pelaksana Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD), menggelar Pekan Panutan Pembayaran Pajak.

Genjot Pendapatan, UPPRD Cilandak Gelar Pekan Panutan PBB-P2
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Kecamatan Cilandak melalui Unit Pelaksana Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD), menggelar Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tingkat Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). 

KECAMATAN Cilandak melalui Unit Pelaksana Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD), menggelar Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tingkat Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Camat Cilandak Tomy Fudihartono mengatakan, kegiatan pekan panutan ini digelar untuk meningkatkan penerimaan pajak dari jenis Pajak Bumi Bangunan (PBB) di wilayah Kecamatan Cilandak. Tahun ini, target penerimaan pajak PBB-P2 untuk Kecamatan Cilandak sebesar Rp265,223 miliar.

"Sampai dengan 29 Agustus 2018 sudah terealisasi sebesar Rp 112 miliar atau 42,44 persen. Mudah-mudahan dengan pekan panutan ini bisa mencapai target di atas 60 persen," kata Tomy.

Selain itu, untuk mempercepat penerimaan PBB-P2, sambung Tomy, pihaknya juga akan menggelar Pekan Panutan PBB-P2 sampai tingkat kelurahan sebelum jatuh tempo pada 14 September 2018.

Kepala Unit Pelaksana Pajak dan Retribusi Daerah (UPPD) Kecamatan Cilandak, Shalih Nopiansyar mengimbau kepada Wajib Pajak (WP) yang ada di wilayah Kecamatan Cilandak, untuk segera membayar PBB-P2 sebelum jatuh tempo.

"Dimohon dan diimbau kepada wajib pajak untuk segera membayar pajak PBB-P2 yang akan jatuh tempo pada tanggal 14 Sepetember 2018," kata Shalih.

Pada acara yang dihadiri oleh 50 wajib pajak itu, Shalih menjelaskan, dana pembangunan yang ada di Jakarta berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. DKI Jakarta, merupakan satu-satunya provinsi yang tidak menerima bantuan dari pusat.

"Jadi sektor utama dari modal pembangunannya berasal dari pajak, apabila pajaknya cepat dibayarkan maka proses pembangunan ini berjalan dengan lancar, dan apabila tidak mencapai target tentunya ada pengaruh terhadap pembangunan yang ada di Jakarta," ucap Shalih.

Pada pekan panutan kali ini, Shalih berharap realisasi penerimaan pajak PBB dari para peserta wajib pajak yang hadir sebesar Rp 21 miliar.

"Upaya untuk menerimaan target pajak, akan ada mobil Pos dan mobil Bank DKI hadir di kelurahan sampai dengan jatuh tempo. Kita juga bekerja sama dengan para lurah untuk terus mengingatkan kepada wajib pajak," pungkasnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help