Korupsi Proyek PLTU Riau

Eni Maulani Saragih Kembalikan Rp 500 Juta, KPK Imbau yang Lain Juga Ikut

Febri Diansyah juga mengingatkan dan mengimbau para pihak lain yang juga menerima aliran dana atas proyek ini, agar segera mengembalikan ke KPK.

Eni Maulani Saragih Kembalikan Rp 500 Juta, KPK Imbau yang Lain Juga Ikut
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Eni Maulani Saragih, tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018). 

JURU Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pihaknya menerima pengembalian uang Rp 500 juta dari Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih.

"Tentu pengembalian uang senilai Rp 500 juta akan menjadi salah satu barang bukti atau alat bukti dalam perkara ini," ujar Febri Diansyah, Jumat (30/8/2018).

Masih menurut Febri Diansyah, pengembalian ini dilihatnya sebagai langkah kooperatif dari Eni Maulani Saragih yang juga tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Baca: Kawal Proyek PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih Mengaku Diperintah oleh Ketua Umum Partai Golkar

Febri Diansyah juga mengingatkan dan mengimbau para pihak lain yang juga menerima aliran dana atas proyek ini, agar segera mengembalikan ke KPK.

"‎Pengembalian uang ini tentu kami lihat sebagai sikap kooperatif. Kami juga mengimbau ke pihak lain yang pernah menerima aliran dana terkait proyek PLTU Riau-1 ini, belum terlambat mengembalikan ke KPK," paparnya.

Pengembalian uang tersebut, kata Febri Diansyah, pastinya menjadi bagian dari berkas perkara dan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan.‎

Baca: Jadi Tersangka, Eni Maulani Saragih Mengaku Ditugasi Partai Golkar untuk Kawal Proyek PLTU Riau-1

‎Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.‎

Penyidik menduga, Idrus Marham mengetahui dan memiliki andil atas penerimaan uang dari Ko‎tjo ke Eni Maulani Saragih. Sekitar November-Desember 2017, Eni Maulani Saragih menerima Rp 4 miliar. Bulan Maret-Juni 2018, Eni Maulani Saragih kembali menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus Marham juga diduga menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama dengan Eni Maulani Saragih sebesar 1,5 juta dolar AS, yang dijanjikan Kotjo apabila proyek itu bisa dilaksanakan oleh Kotjo.

Baik Eni Maulani Saragih maupun Setya Novanto, eks Ketua Umum Partai Golkar sekaligus eks Ketua DPR sudah satu suara, uang suap tersebut mengalir ke Munaslub Golkar pada 2017 silam. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help