VIDEO: Dalam Sebulan, BNN Amankan Ratusan Kilogram Sabu

21 tersangka dan menyita sebanyak 114,9 kilogram sabu, 60 ribu butir ekstasi.

Selama periode Agustus 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengamankan 21 tersangka dan menyita sebanyak 114,9 kilogram sabu, 60 ribu butir ekstasi.

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko mengungkapkan bahwa pengungkapan selama periode agustus tersebut terdapat 4 kasus yang berhasil diungkap bersama Bea Cukai, TNI AL dan APMM Malaysia.

"Dari empat pengungkapan kasus tersebut, petugas BNN menyita shabu 114,9 kg dan ekstasi sebanyak 60 ribu butir. Dengan pengungkapan ini. BNN setidaknya menyelamatkan lebih dari 634 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika," kata Heru, Jumat (31/8/2018).

Dikatakan Heru, 4 kasus tersebut diungkap di beberapa wilayah di Indonesia seperti Riau, Aceh dan Kalimatan. Adapun rincian 4 tersangka diamankan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, 9 tersangka di Aceh Timur Tamiang, 3 tersangka di Kalimantan Barat, dan 4 tersangka di Kota Dumai, Riau.

Barang haram tersebut, mayoritas diselundupkan dari Malaysia melalui Indonesia mengunakan jalur laut, hal itu biasa dilakukan oleh para bandar untuk menyelundupkan sabu ke Indonesia melalui jalur perairan.

Sementara itu Deputi Pemberantas BNN, Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan bahwa dari data statistik yang ia peroleh, jika transportasi mengunakan jalur laut lebih banyak digunakan untuk menyeludupkan barang haram narkotika.

"Kalo presentasenya di Indonesia kira-kira 80 persen, kalo dari data UNODC ternyata memang peredaran narkotika di dunia melalui jalur laut. Untuk itu kita sudah mencoba melaksanakan pengamanan dan penjagaan ketat terutama di Panti Timur Sumatra," kata Arman.

Arman mengungkapkan garis pantai di Indonesia yang paling rawan yakni dari Aceh, Medan, Riau dan Kalimatan Timur. Dalam upaya menekan hal tersebut pihaknya mengaku terus melibatkan beberapa instansi untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kita terus melibatkan beberapa instansi seperti bea cukai, polisi perairan, TNI AL dan juga ada beberapa nelayan yang kita libatkan untuk kita ajak kerjasama untuk antisipasi penyelundupan dari luar negeri khususnya jalur laut," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved