Bus Kecelakaan Tewaskan 17 Jiwa Mengakibatkan Tiga Menteri Mundur

Mereka mengundurkan diri usai pemerintah dikritik keras atas kecelakaan bus wisata yang menewaskan 17 orang, akhir pekan lalu.

Bus Kecelakaan Tewaskan 17 Jiwa Mengakibatkan Tiga Menteri Mundur
Kompas.com
Kecelakaan bus mengakibatkan 17 orang tewas dan berbuntut 3 menteri mundur. 

SEJUMLAH tiga menteri Bulgaria mengundurkan diri usai pemerintah dikritik keras atas kecelakaan bus wisata yang menewaskan 17 orang, akhir pekan lalu.

Ketiga menteri tersebut, yakni Menteri Transportasi Ivaylo Moskovski, Menteri Dalam Negeri Valentin Radev, dan Menteri Pembangunan Regional dan Pekerjaan Umum Nikolay Nankov, menyatakan mundur dari jabatan mereka, Jumat (31/8/2018).

Melansir dari AFP, kecelakaan maut terjadi pada Sabtu (25/8/2018), setelah sebuah bus keluar jalur di tengah hujan deras dan jatuh ke jurang sungai sedalam 20 meter di Bulgaria barat.

Sebanyak 17 penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat orang lainnya hingga kini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Perdana Menteri Boyko Borisov sebelumnya telah meminta ketiga menteri tersebut untuk mundur, usai hasil penyelidikan awal menunjukkan ruas jalan yang belum lama diperbaiki menggunakan aspal berkualitas rendah.

Kementerian dalam negeri pun dituduh telah gagal menanggapi sejumlah keluhan dalam beberapa bulan terakhir dari pengendara kendaraan dari kota terdekat Svoge, yang khawatir akan peningkatan jumlah kecelakaan di ruas jalan tersebut.

Selain itu, kondisi bus nahas disebut telah melalaikan satu dari dua pemeriksaan teknis yang diwajibkan oleh otoritas kementerian transportasi.

Sopir bus yang celaka, sejauh ini menjadi satu-satunya pihak yang didakwa atas insiden kecelakaan tersebut.

Namun, Presiden Bulgaria, Rumen Radev, pada Kamis (30/8/2018), mengatakan sistem tender publik yang buruk untuk pengadaan dan pekerjaan konstruksi turut berperan atas terjadinya kecelakaan.

"Tragedi yang terjadi di dekat Svoge menyoroti keburukan sistem pengadaan publik dan pekerjaan konstruksi. Hal ini sangat jelas tetapi karena itu orang-orang tewas," ujarnya.

Tuduhan yang tersebar luas mengatakan, sebagian besar dana yang digunakan untuk proyek perbaikan jalan, yang banyak datang dari bantuan Uni Eropa, justru masuk ke kantong perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuasaan dan hanya menyisakan sejumlah kecil untuk praktik perbaikan yang sesungguhnya.

Setelah 11 tahun bergabung dengan Uni Eropa sejak 2007, Bulgaria menjadi negara termiskin.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved