Benarkah Melemahnya Rupiah karena Krisis Turki?

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga pagi ini, Jumat (31/8/2018) sebesar Rp 14.800 per dolar AS

Benarkah Melemahnya Rupiah karena Krisis Turki?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

TERUS melemahnya nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga pagi ini, Jumat (31/8/2018) sebesar Rp 14.800 per dolar AS dipengaruhi oleh beragam faktor.

Tetapi, benarkah jika pelemahan rupiah dipengaruhi oleh krisis yang terjadi di Turki ataupun Argentina?

Pakar Ekonomi sekaligus mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Muhammad Chatib Basri menjawab pertanyaan tersebut.

Lewat akun twitternya @ChatibBasri, dirinya menyebut melemahnya kurs rupiah karena krisis ekonomi negara lain hanya terjadi jika ada kesamaan kreditor.

Apabila ada kesamaan kreditor yang bersifat dominan, Indonesia dipastikan terpengaruh.

Namun apabila tidak, krisis ekonomi yang melanda kedua negara tidak berpengaruh terhadap penurunan ekonomi nasional.

"Pertanyaan penting yg selalu diajukan jika ada krisis keuangan adalah apakah ada efek penularan (contagion). Jika Turkey terkena crisis, atau Argentina kena, apakah Indonesia kena?," tulis Muhammad Chatib Basri pada Jumat (31/8/2018) pagi.

"Faktor yang amat berpengaruh utk melihat apakah ada contagion, adalah apakah ada common creditors. Jika investor di Turkey, Argentina dan Indonesia sama, maka potensi contagion meningkat. Namun bila tidak, maka resikonya lebih kecil," tambah Muhammad Chatib Basri.

Dirinya beralasan karena apabila kreditor mengalami masalah, misal gagal kredit atas transaksi di sebuah negara yang mengalami krisis moneter, investor tersebut akan menyusun portfolio kembali di negara lain.

Kejadian tersebut tentunya memengaruhi kinerja investor di negara lain.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved