Fakta Pembunuhan Munir Said Thalib

Belum Terungkap Kasus Pembunuhan Munir Harus Diselesaikan dengan Menangkap Pelaku

Pihak berwenang diminta segera mengungkap kasus pembunuhan dengan menggunakan racun arsenic itu.

Belum Terungkap Kasus Pembunuhan Munir Harus Diselesaikan dengan Menangkap Pelaku
Kompas.com
Pembunuhan Munir tidak kunjung terungkap. 

Kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib akan memasuki tahun ke-14 pada 7 September mendatang.

Kasus pembunuhan itu tidak kunjung terungkap dan pelaku masih jadi misteri. 

Bahkan, hingga dibebaskannya Pollycarpus Budihari Priyanto, kasus pembunuhan ini belum juga terungkap. 

Pihak berwenang diminta segera mengungkap kasus pembunuhan dengan menggunakan racun arsenic itu. 

Sementara itu, diungkap Kompas.com, Munir meninggal dalam perjalanan di pesawat menuju Amsterdam dari Jakarta, 7 September 2004.

Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap. Bahkan, dokumen hasil penyelidikan tim pencari fakta (TPF) terkait kasus tersebut tidak jelas keberadaannya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pun mengatakan akan meminta Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto, yang baru dilantik, untuk melihat kasus tersebut.

"Nanti saya akan minta kepada Kabareskrim yang baru, Pak Arief, untuk melakukan penelitian kasus itu," kata Tito di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018).

Tito mengaku akan mendiskusikan peluang kelanjutan pengembangan kasus pembunuhan Munir dengan Arief.

"Apakah masih bisa dikembangkan atau memang sudah seperti itu, nanti saya akan minta masukan kepada Pak Kabareskrim," ujarnya.

Kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib akan memasuki tahun ke-14 pada 7 September mendatang. Munir meninggal dalam perjalanan di pesawat menuju Amsterdam dari Jakarta, 7 September 2004.

Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap. Bahkan, dokumen hasil penyelidikan tim pencari fakta (TPF) terkait kasus tersebut tidak jelas keberadaannya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pun mengatakan akan meminta Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto, yang baru dilantik, untuk melihat kasus tersebut.

"Nanti saya akan minta kepada Kabareskrim yang baru, Pak Arief, untuk melakukan penelitian kasus itu," kata Tito di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018).

Tito mengaku, akan mendiskusikan peluang kelanjutan pengembangan kasus pembunuhan Munir dengan Arief.

"Apakah masih bisa dikembangkan atau memang sudah seperti itu, nanti saya akan minta masukan kepada Pak Kabareskrim," ujarnya.

Tito sudah pernah meminta Komjen Pol Ari Dono Sukmanto sewaktu masih menjabat sebagai Kabareskrim untuk mencari informasi soal kejelasan dokumen hasil investigasi TPF pembunuhan Munir.

Tim TPF tersebut bekerja saat masa pemerintahan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada era pemerintahan itulah dokumen tersebut diduga hilang.

Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra sebelumnya mengatakan, laporan hasil tim pencari fakta kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib diserahkan langsung ke Presiden SBY pada 2005.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved