Home »

News

» Jakarta

Eksklusif Wartakota

Wakil Sekjen Demokrat Bongkar Dendam Politik Hasto Kristiyanto sehingga Sering Serang SBY-Demokrat

Perilaku Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bukan hanya bikin marah Partai Demokrat tetapi sudah membikin 'eneg'.

Wakil Sekjen Demokrat Bongkar Dendam Politik Hasto Kristiyanto sehingga Sering Serang SBY-Demokrat
photo collage/wartakotalive.com/tribunnews.com
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. 

Menurutnya, presiden yang saat ini sedang menjabat dipilih langsung oleh rakyat dengan masa jabatan yang telah ditentukan yakni selama lima tahun.

Masa jabatan presiden telah mendapatkan legitimasi dan legalitas yang sangat kuat dari konstitusi.

"Bagaimanapun presiden itu kan lambang negara. Awalnya kan itu dibiarkan sebagai bagian dari kedewasaan berpolitik. Politik tanpa aturan main itu barbarianisme. Kalau terlalu awal minta ganti presiden itu tindakan yang inkonstitusional," ujar Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018).

Ia mengatakan, tatanan demokrasi yang baik berdiri di atas kesadaran publik dan objektivitas yang harus ditaati bersama oleh setiap warga negara tanpa terkecuali.

Kebebasan berserikat dan berkumpul dalam demokrasi seharusnya tidak dilakukan dengan menghalalkan segala cara.

Ketika hal demikian telah mengarah kepada gerakan-gerakan yang kurang pas atau negatif hingga memicu keributan dalam masyarakat maka tindakan tersebut sangat disesalkan.

"Kadang-kadang hanya karena ketidakmampuan untuk melakukan sosialisasi tentang pasangan calon kemudian muncul gerakan-gerakan yang kurang positif, itu kan sangat disayangkan. Untung presidennya Pak Jokowi. Kalau dulu udah dibentuk tim mawar, udah dibentuk tim untuk mengeksekusi. Untung Pak Jokowi sangat demokratis," tutur Hasto Kristiyanto.

Sementara itu di tempat berbeda, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto enggan berkomentar banyak soal polemik 2019GantiPresiden.

Airlangga Hartarto bersama Partai Golkar lebih memilih fokus mempersiapkan strategi untuk memenangkan pileg dan pilpres 2019.

"Pertama kan kita sudah punya capres dua. Jadi kita lebih baik konsentrasi pada strategi pemenangan capres yang sudah didaftarkan di KPU. Selain itu, seperti kita ketahui bersama bahwa Partai Golkar punya basis 91 dan ini kita targetkan ke depannya 110 (kursi di DPR RI). Kita pasarnya pilpres dan pileg kan beda," ucap Airlangga Hartarto usai Rapat Pleno di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin sore.

Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help