Eksklusif Wartakota

Wakil Sekjen Demokrat Bongkar Dendam Politik Hasto Kristiyanto sehingga Sering Serang SBY-Demokrat

Perilaku Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bukan hanya bikin marah Partai Demokrat tetapi sudah membikin 'eneg'.

Wakil Sekjen Demokrat Bongkar Dendam Politik Hasto Kristiyanto sehingga Sering Serang SBY-Demokrat
photo collage/wartakotalive.com/tribunnews.com
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. 

Saat itu, ada sejumlah nama kader PDI Perjuangan yang ditawarkan bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, tapi tidak termasuk Hasto.

"Apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat gak pernah padam?" kata Andi Arief.

Untuk lengkapnya, sikap kultwit Andi Arief terkait sikap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berikut ini.

@AndiArief__ 15m15: Saya tidak mengerti kenapa Ibu Megawati merestui Hasto yang rajib membajak kader demokrat untuk gabung ke tim Jokowi. Apakah PDIP sudah sangat miskib kader berkualitas?

@AndiArief__ 11m11: Pada tahun 2009 memang ada beberapa kader PDIP yang ditawarkan jabatan menteri KIB II, Nama Hasto memang tidak ada, apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat gak pernah padam?

@AndiArief__ 9m9: Saya berharap Ibu Megawati bisa menertibkan dari mulai mulut sampau tindak tanduk Hasto yang sudah di luar batas ingin merusak Partai Demokrat, Kami bukan hanya marah tapi sudah taraf eneg.

@AndiArief__ 5m5: Partai Demokrat partai besar, kami sudah punya posisi politik dalam Pilpres 2019, tolong Ibu Megawati tertibkan sekjen Hasto agar hubungan Demokrat dan PDI-P tidak makin memanas.

@AndiArief__ 2m2: Kalau PDIP gandrung bajak mambajak lebih baik partainya berubah jadi club sepakbola saja. Mumpung Prestasi sepakbola lagi kurang bagus.

Sekjen PDIP: Politik Tanpa Aturan itu Barbarianisme

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, berpendapat bahwa Gerakan 2019GantiPresiden merupakan tindakan inkonstitusional.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved