VIDEO: Ibu Hamil Terdakwa Penipuan Disidang, Pengunjung Sempat Ricuh

terjadi adu mulut antara pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Jakarta sebagai tim kuasa hukum FT dengan beberapa orang dari pihak Saksi korban DW.

- Sidang perdana kasus seorang Ibu hamil 7 bulan berinisial FT (22) yang harus mendekam di penjara lantaran dituduh melakukan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh seorang istri jenderal di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan berakhir ricuh.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sidang yang dimulai pukul 13.00 WIB berjalan lancar dan ruangan sidang sesak dipenuhi banyak orang. Agenda sidang perdana tersebut berisi pemeriksaan kepada saksi korban berinisial DW dan saksi-saksi lainnya.

Ketika sidang selesai pada pukul 15.30 WIB, terjadi adu mulut antara pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Jakarta sebagai tim kuasa hukum FT dengan beberapa orang dari pihak Saksi korban DW. Adu mulut terjadi saat pihak LBH Apik keluar dari ruang sidang.

"Jangan senggol-senggol kami, biasa aja dong, minggir kami mau lewat," teriak salah seorang dari tim LBH Apik Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Tim LBH Apik keluar sambil membawa dua kotak berisi koin sumbangan dari publik sebagai bentuk dukungan kepada FT. Saat keluar dari gedung Pengadilan Negeri Bekasi, adu mulut pun masih berlangsung. Berbagai ucapan protes terlontar dari mulut tim LBH Apik Jakarta dan pihak keluaraga FT.

"Saya tau saya ini bukan siapa-siapa, keluarga saya bukan siapa-siapa, apa ibu tidak punya hati nurani untuk bisa memaafkan adik saya," ucap ibu yang diketahui kakak dari FT.

Tim LBH Apik Jakarta dan pihak keluarga pun melanjutkan aksinya di jalan depan gedung Pengadilan Negeri Bekasi. Mereka membongkar satu kotak yang berisi koin dengan total Rp 2.500.000 ke jalan dan menghambur-hamburkan koin tersebut. Hal tersebut sebagai bentuk protes dan menuntut keadilan dalam proses hukum.

"Koin ini sebagai bentuk dukungan untuk FT, koin ini dikumpul selama 2 minggu dan terkumpul lebih dari 10 juta artinya banyak yang mendukung FT," jelas salah seorang anggota tim LBH Apik Jakarta.

Aksi tersebut akhirnya diredam oleh pihak keamanan dan kericuhan pun mereda.

Sebelumnya, FT yang merupakan single parent beranak satu dan sedang hamilb7 bulan ini memiliki usaha online berjualan baju batik di Facebook. Lalu DW yang merupakan istri dari jenderal berbintang satu memesan 10 baju batik dari FT senilai Rp 2,5 juta.

Setelah sampai pada tenggat waktu untuk pengiriman baju batik, ternyata FT tidak sanggup memenuhi pesanan tersebut alhasil DW mengultimatum FT untuk mengembalikan uangnya sebesar Rp 2,5 juta yang sudah dibayarkan ke FT sebelumnya.

DW memberikan waktu satu jam kepada FT setelah pembatalan untuk mengembalikan uang tersebut. FT pun menyatakan sanggup untuk mengembalikan uang itu.

Namun DW malah melaporkan FT dengan tuduhan Penggelapan dan penipuan ke Polisi. Polisi pun langsung bertindak cepat menangkap dan menahan FT.

Kini FT masih ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu. Sidang Kasus FT pun akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2018 di Pengadilan Negeri Bekasi.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved