VIDEO: Cerita Ayah Polisi yang Tewas Ditembak di Tol Kanci Pejagan

Saeful Murad Kardila, ayah Ipda Dodon menceritakan detik-detik saat anaknya ditembak orang tak dikenal di Tol.

Ipda Dodon Kusgianto dimakamkan di TPU Ki Gede Bulu, Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/8/2018).

Ia merupakan satu dari 2 polisi yang ditembak orang tak dikenal di Tol Kanci-Pejagan, Jumat (24/8/2018) lalu.

Saeful Murad Kardila, ayah Ipda Dodon menceritakan detik-detik saat anaknya ditembak orang tak dikenal di Tol.

Menurut penuturan sang ayah, saat penembakan terjadi, Ipda Dodon sebenarnya membawa senjata api, namun ditinggal di dalam mobil.

"Bawa tapi ditaruh di mobil senjatanya," ujar sang ayah di kediamannya di Desa Kebarepan Rt 02/02, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/8/2018).

"Begitu datang menanyakan, barangkali bisa kami (polisi) bantu, dijawab spontan, Dodon kan tinggi besar, dijawab langsung dari yang duduk itu (penembak) karna senjata 'daaaarrr', makanya kena pertama mulut, gigi ini tiga hilang," lanjut Saeful menceritakan.

Saeful mengaku sebelumnya selalu berpesan kepada anaknya agar selalu membawa senjata di mana pun dia berdinas.

"Wanti-wanti sama anak saya itu, di mana saja kamu dinas, istrimu yang pertama adalah senjata, kadang-kadang senjata ditinggal di rumah, ya kalau siang gak papa, kalau mau kondangan atau apa dia (Dodon) gak mau bawa senjata. Tapi kalau malam hari kata saya tetep bawa senjata," ujarnya pada wartawan.

Simak penuturan Saeful selengkapnya pada video di atas.(*)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved