Perseteruan Fadli Zon dengan Romli Atmasasmita Kembali Memanas, Marzuki Alie: Lapor

Gerakan #2019GantiPresiden diyakinkan Fadli Zon merupakan hak warga negara, yakni bebas menyatakan aspirasi dan pendapat.

Perseteruan Fadli Zon dengan Romli Atmasasmita Kembali Memanas, Marzuki Alie: Lapor
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018). 

PERSETERUAN antara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon dengan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita.

Lewat akun twitternya @rajasundawiwaha, Romli menyebut Gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan terstruktur, penyebaran kebencian dan pembentukan opini negatif terhadap rezim saat ini.

"Gerakan ganti pres2019 bukan gerakan aspirasi dn spontanitss tapi gerakan massif, trrstruktur, dgn tujuan membangun public distrust dn hatred thdp pmth yg sdg berkuasa dgn target 2019," tulis Romli. 

Aksi penyanderaan Neno Warisman hingga perampasan spanduk #2019GantiPresiden dari tangan para relawan perempuan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian katanya sebagai bentuk pencegahan.

"Justru dgn tujuan tsb jika dibiarkan aparat sm sekali mk akn terjadi public chaos yg akan menimbulkan banyak korban terutama rakyat yg tdk tahu politik," tulis Romli.

"Peristiwa di bbr daerah di mana emak2 dn massa dihadang aparat terjadi krn tdk ada yg ngalah kl terjadi persekusi inilah disebt VIKTIMISASI," tambahnya.

Fadli Zon menyayangkan pernyataan Romli. Pasalnya, Gerakan #2019GantiPresiden diyakinkan Fadli Zon merupakan hak warga negara, yakni bebas menyatakan aspirasi dan pendapat.

"Menyedihkan ada intelektual nggak ngerti demokrasi," ungkap Fadli. 

Menanggapi perseteruan antara Fadli Zon dengan Romli Atmasasmita, mantan Ketua MPR RI periode 2009-2014, Marzukie Ali mengingatkan kepada keduanya untuk tidak semakin memanaskan suasana.

Sebab menurutnya, apabila Gerakan #2019GantiPresiden merupakan pelanggaran, bisa dilaporkan dan diproses hukumnya.

"Para ahli hukum gak usah saling provokasi, klo memang ada pelanggaran hukum, lapor ke penegak hukum, agar hukum ditegakkan," ungkap Marzukie pada Rabu (29/8/2018).

Menyindir Fadli Zon, Romli memposting sebuah karikatur tokoh pewayangan, yakni Gareng dan Petruk.

Dalam karikatur itu Gareng dan Petruk tengah berjongkok, tertulis sebuah kalimat menohok.

'Orang lain yang berebut kekuasaan, lalu kita yang bertengkar, itu goblok atau tolol'.

"Lihat tuch djokowi dn prabowo saling pelukan tapi di lapangan ribut melulu heraaan," tambah Romli mengingatkan Fadli Zon

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved