Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lahan Warga, Teguh Hendrawan: Saya Bingung, Harus Bagaimana Lagi Ya?

Teguh Hendrawan diduga telah merusak atau memasuki pekarangan tanpa izin pemilik di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.

Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lahan Warga, Teguh Hendrawan: Saya Bingung, Harus Bagaimana Lagi Ya?
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Kepala SDA DKI Jakarta Teguh Hendrawan 

KEPALA Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan, mengaku sudah 'mengadu' kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terkait dirinya yang jadi tersangka kasus perusakan lahan warga di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.

"Sabtu pagi menghadap beliau. Beliau pada prinsipnya akan membantu saya lah. Saya mengatakan 'Pak Gubernur, saya menjalankan amanat dan hanya menjalankan perintah'," ungkap Teguh Hendrawan di DPRD Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Teguh Hendrawan menceritakan, saat itu dirinya hanya menjalankan tugas dari Gubernur Jakarta terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca: Anies Baswedan Pastikan Pemprov DKI Jakarta Berikan Bantuan Hukum kepada Teguh Hendrawan

"Saya melakukan pengamanan aset itu perintah lisan dari Pak Ahok, 'segera kamu amankan lokasi di sana'," beber Teguh Hendrawan, menirukan ucapan Ahok.

Teguh Hendrawan pun heran atas pelaporan tersebut, sebab status lahan yang dilaporkan itu saat ini sudah menjadi waduk, dan telah diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi yang saya bingung, harus bagaimana lagi ya? Saya kan cuma kerja, tugas saya kepala dinas," ucapnya.

Baca: Wali Kota Tangerang Ajak Emak-emak Majelis Taklim Sedekah Oksigen

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan sebagai tersangka kasus perusakan.

Teguh Hendrawan diduga telah merusak atau memasuki pekarangan tanpa izin pemilik di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.

Surat pemanggilan pemeriksaan sebagai status tersangka dikeluarkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Senin (27/8/2018).

Baca: Diajak Moeldoko Masuk Kantor Staf Kepresidenan, Syahrul Yasin Limpo Tunggu Persetujuan Surya Paloh

Penetapan tersangka tersebut setelah polisi melakukan gelar perkara pada 20 Agustus 2018, di mana penyidik telah memeriksa 21 saksi dan barang bukti dokumen terkait kasus tersebut.

Teguh Hendrawan dilaporkan oleh seorang warga bernama Felix Tirtawidjaja. Peristiwa yang menyeretnya menjadi tersangka itu, terjadi pada Agustus 2016. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved