Arief: Persoalan SDMMasih Menghantui PNS di Pemkot Tangerang

Ia mengungkapkan bahwa persoalan sumber daya manusia menghantui para PNS di ruang lingkup Pemkot Tangerang.

Arief: Persoalan SDMMasih Menghantui PNS di Pemkot Tangerang
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah berkesempatan menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion dalam rangka penyusunan grand design pembangunan ASN (aparatur sipil negara) 2020 - 2024 

WALI Kota Tangerang Arief R Wismansyah berkesempatan menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan grand design pembangunan ASN (aparatur sipil negara) 2020 - 2024 dengan tema capaian dan tantangan pengelolaan ASN.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan sumber daya manusia (SDM) masih menghantui para PNS (pegawai negeri sipil) di ruang lingkup Pemkot Tangerang.

Dalam paparannya, Arief menyampaikan tentang hasil riset yang dilakukannya di Kota Tangerang tentang masih adanya masyarakat yang tidak mengetahui atau mengenal keberadaan suatu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam struktur organisasi pemerintah daerah.

"Mungkin di tempat lain juga banyak masyarakat yang tidak tahu kalau di pemerintahan itu ada namanya BKN atau BKPSDM," ujar Arief, Kamis (30/8/2018).

"Ini lebih disebabkan karena urusannya tidak menyentuh langsung dengan masyarakat, beda dengan Dinas PU yang urusannya langsung dengan masyarakat," sambungnya.

Wali Kota juga membahas tentang persoalan SDM yang menjadi masalah umum tidak hanya di lingkup Pemda bahkan juga di lingkup Kementerian.

Arief mengungkapkan jumlah pegawai PNS yang ada dirasa belum mencukupi kebutuhan pembangunan dan proses pelayanan kepada masyarakat.

"Dari sisi hard skill sudah mumpuni tapi kurang didukung dengan soft skill pegawai di tiap - tiap OPD," kata Arief.

Mengatasi permasalahan tersebut, Pemkot Tangerang gencar melakukan pembinaan kepada pegawai mulai dari esselon IV hingga II melalui program Monday Executive Sharing Session (MESS).

"Setiap Senin setelah apel para pejabat diberikan edukasi tentang manajerial dengan narasumber yang berbeda - beda. Karena kami tahu kelemahan kami di bidang manajerial, jadi kami siapkan pembinaan setiap minggunya," ungkapnya.

Selain itu untuk menuju program birokrasi yang mudah dan cepat, Arief juga menyampaikan tentang program paperless yang tengah dilakukan oleh Pemkot Tangerang.

Namun masih memerlukan regulasi yang tetap dari pemerintah pusat.

"Visi kami di pemkot Tangerang, tahun 2020 pelayanan di kota harus 100% paperless," papar Arief

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help