Terungkap! Istri Hotman Paris Pernah Jadi Korban Dugaan Malapraktik

Ternyata istri Hotman Paris Hutapea juga pernah menjadi korban dugaan malapraktik 15 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2003.

Terungkap! Istri Hotman Paris Pernah Jadi Korban Dugaan Malapraktik
Hotman Paris Hutapea dan istrinya, Augustianne Sinta Dame Marbun (Foto: Instagram @hotmanparisofficial) 

SETAHUN terakhir, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea aktif memberikan bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat yang tidak mampu membayar jasa pengacara.

Bantuan hukum itu diberikan Hotman Paris Hutapea di Kedai Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hampir setiap pagi Hotman Paris Hutapea menerima pengaduan tentang berbagai macam persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Dari sekian banyak masalah hukum tersebut, satu di antaranya adalah kasus dugaan malapraktik yang dialami wanita muda bernama Selvy.

Selvy mengaku kedua indung telurnya diangkat dan dibuang tanpa izin oleh dokter Hardi Susanto saat menjalani operasi kista di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jakarta Barat, pada April 2015 silam.

Baca: Mensos Idrus Marham Mundur, Hotman Paris Hutapea Langsung Beri Komentar Seperti Ini: Benar Kan

Baca: Masinton Pasaribu: Gerakan #2019GantiPresiden Revolusi Malu-malu Kucing

Baca: Ancam Korban, Ayah Tiri Perkosa Siswi SMP di Tangerang

Namun siapa sangka, ternyata istri Hotman Paris Hutapea juga pernah menjadi korban dugaan malapraktik 15 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2003.

Hal itu diungkap dalam buku yang berjudul 'Malapraktik, Catatan Jujur Sang Dokter' yang diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) yang merupakan kelompok penerbit Gramedia.

Pada halaman 13-14 tertulis bahwa Augustianne Sinta Dame Marbun dinyatakan mengalami kerusakan ginjal yang diduga akibat pemakaian antibiotik dosis tinggi.

Adapula kasus yang cukup menyita perhatian masyarakat ketika Augustianne Sinta Dame Marbun, istri pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dinyatakan mengalami kerusakan ginjal yang diduga diakibatkan pemakaian antibiotik dosis tinggi (Suara Pembaruan, 9 Desember 2003).

Sebelumnya, Anne divonis oleh seorang dokter spesialis kandungan harus menjalani pengangkatan rahim.

Sebelum dilakukan operasi, ia harus meminum antibiotik dosis tinggi yang pada akhirnya diketahui menyebabkan kerusakan pada ginjalnya.

Setelah ia dibawa ke Singapura, dokter menyatakan bahwa Anne sebenarnya tak perlu menjalani pengangkatan rahim. Cukup dengan pengobatan sinar laser selama 10 menit.

Sebelum berita ini ditulis dan diterbitkan, Warta Kota telah meminta keterangan dari Hotman Paris Hutapea, namun tidak ada respon.

Pesan singkat melalui WhatsApp yang dikirim pada Selasa (28/8/2018) pukul 22.27 WIB dan dibaca pada Rabu (29/8/2018) pukul 01.42 WIB, tidak dibalas oleh Hotman Paris Hutapea(M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved