Presiden @jokowi Sebut Atlet Korea Bersatu Lupakan Perang, Apakah Korsel dan Korut Masih Perang?

PRESIDEN Joko Widodo (Presiden Jokowi) memberi selamat atas kemenangan kontingen atlet Korea bersatu (gabungan Korea Selatan dan Korea Utara).

Presiden @jokowi Sebut Atlet Korea Bersatu Lupakan Perang, Apakah Korsel dan Korut Masih Perang?
asiangames2018.id
Presiden Jokowi mengalungkan medali emas kepada atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/8/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memberi selamat atas kemenangan kontingen atlet Korea bersatu (gabungan Korea Selatan dan Korea Utara) di cabang perahu naga putri 500 meter di Asian Games 2018 lewat akun resmi instagramnya @jokowi. 

Beginilah postingan lengkap Presiden Jokowi di akun instagram @jokowi : 

Medali emas dari nomor perahu naga putri 500 meter direbut oleh tim dari Korea. Bukan Korea Selatan, bukan Korea Utara, tapi Korea Bersatu -- gabungan atlet-atlet dari dua negara yang terpecah oleh perang.

Pada lomba yang berlangsung sengit di Jakabaring Rowing & Canoeing Regatta Course, Palembang, Minggu kemarin, Korea mengungguli China dan Thailand. Begitu tiba pertama di garis finish, sejumlah penonton di tribun begitu emosional mengibarkan bendera putih bergambar peta Semenanjung Korea, bendera resmi kontingen Korea Bersatu. Lagu Korea berjudul Arirang, juga dilantunkan pada saat pengalungan medali bagi pemenang.

Di Asian Games 2018 ini, tim Korea Bersatu turun dalam tiga cabang olahraga yakni bola basket wanita, tiga nomor dayung, dan dua nomor perahu naga. Dalam olahraga, mereka melupakan perbedaan, bahkan perang.

Kepada tim Korea Bersatu, atas nama rakyat Indonesia, saya sampaikan selamat!

Ya, dalam sepenggal kalimat Presiden @jokowi menulis 'Dalam olahraga, mereka melupakan perbedaan, bahkan perang.

Pertanyaannya, apakah Korea Utara dan Korea Selatan masih berperang?

Dikutip dari kompas.com, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea yang berlangsung di Panmunjom, Korea Selatan ( Korsel) awal 2018 ini tidak saja membahas denuklirisasi.

Namun KTT antar Korea itu juga membahas penyelesaian akhir dari Perang Korea yang berlangsung antara 1950-1953 silam.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved