Pemkot Tangerang Tunggak Pajak Kendaraan Bermotor Rp 1,1 Miliar

Pajak Kendaraan Bermotor tersebut terdiri dari roda dua dan roda empat, dengan total pajak yang belum dibayarkan sebesar Rp 1,1 miliar.

Pemkot Tangerang Tunggak Pajak Kendaraan Bermotor Rp 1,1 Miliar
Warta Kota/Andika Panduwinata
Warga mengantre menunggu pelayanan di Kantor Samsat Cikokol, Kota Tangerang, yang tampak membeludak pada Rabu (1/8/2018). 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, di Unit Pelaksana Terpadu (UPT) Cikokol.

Pajak Kendaraan Bermotor tersebut terdiri dari roda dua dan roda empat, dengan total pajak yang belum dibayarkan sebesar Rp 1,1 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Cikokol pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten Saripudin. Menurutnya, pajak yang belum dibayarkan ini merupakan pajak kendaraan bermotor milik Pemkot Tangerang. Untuk tahun kendaraannya pun beragam, yakni ada yang di bawah dan di atas tahun 2000.

Baca: Sedih Ditinggal Sandiaga Uno, Pegawai Humas Pemprov DKI: Gonna Miss You, Mr Humble

"Karena sudah melewati batas yang ditentukan, kami pun sudah melayangkan surat kepada Pemkot Tangerang," kata Saripudin, Rabu (29/8/2018).

Saripudin menjelaskan, surat yang pertama diberikan ke Pemkot Tangerang pada April 2018, dan surat kedua pada Juni 2018.

"Karena tidak ada jawaban dari Pemkot Tangerang pada surat pertama, maka kami kembali melayangkan surat yang kedua," papar Saripudin seraya menambahkan, jika surat yang kedua pun tetap sama, yakni tidak ada balasan dari Pemkot Tangerang.

Baca: Susno Duadji Posting Video LRT Palembang Mogok, Fahri Hamzah Sindir OTT KPK

Kata Saripudin, Pajak Kendaraan Bermotor sangat penting dalam membangun Banten, khususnya di Kota Tangerang. Sebab, dengan membayar pajak, dapat membangun berbagai macam infrastruktur seperti pembangunan jalan hingga gedung sekolah.

"Selayaknya, Pemkot Tangerang bisa bekerja sama dengan kami guna menunjang pembangunan," ujarnya, seraya menambahkan, apabila kendaraan tersebut sudah dilelangkan, rusak atau hilang, segera memberikan laporan.

Sepeda motor yang belum dibayarkan pajaknya sebanyak 501 unit, dengan total Rp 190.839.190, dan untuk mobil sebanyak 219 unit, dengan total Rp 960.229.500. Total keseluruhan sebesar Rp 1.151.068.700. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help