Habib Rizieq Serukan Berjihad, Fahri Hamzah: Gelombang Anti Pemerintah Bisa Bangun Kembali

Habib Rizieq Syihab menyerukan kepada umat muslim di seluruh nusantara untuk bersatu mewalawan penindasan.

Habib Rizieq Serukan Berjihad, Fahri Hamzah: Gelombang Anti Pemerintah Bisa Bangun Kembali
@fadlizon
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bertemu dengan dua Wakil Ketua DPR, yaitu Fadli Zon dan Fahri Hamzah. 

PERSEKUSI yang dilakukan kader Pro Jokowi Nawacita (Pronata) saat Deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) saat Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Jawa timur mengundang kemarahan Habib rizieq Syihab.

Menurutnya, aksi tersebut telah menyalahi demokrasi serta semangat reformasi yang dibangun sejak tahun 1998.

"Saya serukan dari Kota Suci Mekkah Al-Mukarromah, Seluruh Umat, Seluruh Bangsa, seluruh Rakyat; Bersatu Untuk #JIHAD melawan Preman-preman bayaran...!!!
TAKBIR...!!! *HRS*," tulis Habib Rizieq Syihab pada Selasa (28/82018) malam.

Dalam video yang turut diunggah leawt Channel Youtube FPI, Front TV berjudul 'Seruan Jihad Melawan Persekusi' itu, Habib Rizieq Syihab menyerukan kepada umat muslim di seluruh nusantara untuk bersatu mewalawan penindasan. (https://youtu.be/uoeVJ-kg-co)

Dirinya meminta kepada seluruh pihak melawan seluruh pihak yuang ingin memecah belah perdamaian di Indonesia.

Karena itu ditekankannya, kedua Kelompok, baik kubu Jokowi-Ma'ruf Amin lewat gerakan #2019TetapJokowi ataupun kubu Prabowo-Sandiaga Uno lewat gerakan #2019GantiPresiden memiliki hak yang sama dalam mengemukakan pendapat.

Masing-masing pihak katanya memiliki hak konstitusional dalam memilih pemimpin masa depan.

Sehingga aksi persekusi yang dilakukan suatu kelompok terhadap relawan #2019GantiPresiden di Pekanbaru pada Sabtu (26/8/2018) dan Surabaya pada Minggu (27/8/2018) tidak dibenarkan.

"Sekali lagi kami tekankan kepada pihak #2019TetapJokowi ataupun #2019GantiPresiden, silahkan kalian bikin acara sebesar-besarnya, sebagus-bagusnya, seindah-indahnya. Tapi jangan pernah mengganggu acara pihak yang lain, karena itu di sini keprihatinan kita adanya preman-preman bayaran yang sudah melakukan persekusi terhadap ulama, terhadap tokoh-tokoh, terhadap para aktivis, bahkan terhadap ibu-ibu, ini tidak boleh dibiarkan," jelasnya.

"Kita serukan dari Kota suci Makkah al-Mukarramah, seluruh umat, seluruh bangsa, seluruh rakyat bersatu. Jihad-lawan preman-preman bayaran yang ingin memecah belah umat, yang ingin mengacaukan Indonesia, yang ingin merusak perdamaian. Takbir, Allahuakbar," ungkapnya disambut takbir belasan anggota organisasi islam yang hadir. (https://twitter.com/RizieqSyihabFPI/status/1034410237002899456)

Keterangan Habib Rizieq Syihab ditanggapi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, fahri Hamzah lewat akun twitternya @fahrihamzah pada Rabu (29/8/2018).

Menurutnya, apabila rezim Jokowi tidak dapat menenangkan Habib Rizieq, gelombang anti pemerintahan dapat terjadi. kembali.

"Jika Rezim ini gagal menenangkan HRS maka gelombang anti pemerintah bisa bangun kembali," tulis Fahri. (https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1034472453064388608)

Kejadian tersebut seperti yang terjadi pasca basuki Tjahja Purnama atau Ahok menistakan agama Islam pada tahun 2016 lalu.

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin lemah, umat muslim nusantara pun bersatu dalam aksi Damai 212 yang digelas di lingkar Minumaen Nasional, Jalan MH Thamrin serta Komplek DPR di Jalan gatot Subroto pada tanggak 2 Desember 2016. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help