Warga Dari 3 Perumahan di Limo Depok Ambil Alih 7 Titik Lahan Kosong Dari Pengembang

SEKITAR 750 dari 3 perumahan di Kelurahan Limo dan Kelurahan Krukut sepakat mengambil alih 7 titik lahan kosong di wilayahnya.

Warga Dari 3 Perumahan di Limo Depok Ambil Alih 7 Titik Lahan Kosong Dari Pengembang
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Sekitar 750 Kepala Keluarga (KK) dari tIga perumahan di Kelurahan Limo dan Kelurahan Krukut yakni perumahan Graha Cinere (GC) I, Graha Cinere (GC) II dan Graha Cinere (GC) III, sepakat mengambil alih dan menguasai 7 titik lahan kosong di wilayah perumahan mereka yang sebelumnya masih dikuasai pengembang. 

SEKITAR 750 Kepala Keluarga (KK) dari tiga perumahan di Kelurahan Limo dan Kelurahan Krukut sepakat mengambil alih 7 titik lahan kosong di wilayahnya. 

3 perumahan itu, antara lain perumahan Graha Cinere (GC) I, Graha Cinere (GC) II dan Graha Cinere (GC) III.

7 titik lahan kosong itu sebelumnya dikuasai pengembang, tetapi ada kewajiban dan janji yang tak dipenuhi terkait lahan kosong tersebut.

Pengembang tak memenuhi kewajiban dan janjinya untukmenyediakan fasos fasum untuk warga di tiga perumahan tersebut.

Fasos fasum itu antara lain tempat pemakaman umum (TPU), rumah ibadah, sport center, dan shopping center

Selain itu, pengembang juga dianggap warga tidak juga memenuhi janjinya untuk memperbaiki sejumlah fasos fasum berupa ruas jalan dan saluran air, di tiga perumahan tersebut yang kini rusak parah.

"Karena berbagai hal itu, warga dari tiga perumahan yakni GC I, GC II dan GC III, sepakat mengambil alih dan menguasi 7 titik lahan kosong yang ada. Lahan itu akan dipakai untuk kepentingan bersama. Sebab sampai saat ini, pengembang belum juga menyediakan fasos fasum untuk warga di 3 perumahan ini, seperti janji mereka, saat kami membeli unit rumah di sini," kata Yakob Tulam warga Graha Cinere I, kepada Warta Kota, Selasa (28/8/2018).

Yakob yang juga Ketua RW setempat yakni Ketua RW 12, Kelurahan Limo, mengatakan 7 titik lahan kosong yang diambil alih dan dikuasai warga itu, akan digunakan untuk kepentingan bersama mulai tempat olahraga, tempat warga berinteraksi atau rapat serta direncanakan salah satu titik lahan akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah sementara.

Menurut Yakub penguasaan lahan oleh warga dari tiga perumahan itu dilakukan untuk mengantisipasi pengembang memanfaatkan lahan dan menggunakannya.

Sebab kata dia, pengembang diduga sudah melakukan hal itu, dengan membangun cluster Cinere Parkview, di lahan yang diduga peruntukkannya adalah lahan untuk fasos fasum warga GC I, GC II dan GC III.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help