Tolak Eksekusi Lahan UIN Ciputat, 3 Warga Diamankan Polisi

Tiga warga diamankan polisi karena menghadang eksekusi lahan UIN Ciputat hari ini.

Tolak Eksekusi Lahan UIN Ciputat, 3 Warga Diamankan Polisi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah petugas Satpol PP bersiaga di tengah-tengah demo warga menolak eksekusi lahan sengketa UIN, Selasa (28/8). 

JAJARAN Polres Tangerang Selatan mengamankan sejumlah orang warga Ciputat, yang terlibat aksi demonstrasi penolakan terhadap rencana eksekusi lahan di RT 2/ RW 4 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur pada Selasa (28/8/2018).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menjelaskan ada tiga orang warga yang diamankan dalam eksekusi lahan milik UIN itu. Mereka hanya diamankan selama proses eksekusi berlangsung.

“Hanya saat eksekusi saja, tidak akan ditahan, setelah ini kami bebaskan,” ujar Ferdy, Selasa (28/8/2018).

Ia menyebut 400 personel diturunkan dalam kegiatan pengamanan eksekusi lahan sesuai putusan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, terkait tindak pidana korupsi.

“Kami hanya sebatas pelaksana untuk pengosongan lahan. Terkait peruntuhan bangunan itu ada pihak tersendiri. Hari ini ada 400 personel, 200 anggota Polri, 100 TNI dan 100 satpol PP,” ucapnya.

Sementara itu Mahyuni Harahap selaku Kuasa Hukum warga menerangkan, lahan yang akan dieksekusi itu milik 7 kepala keluarga. Lahan tersebut merupakan hibah dari Yayasan Pendidikan Madrasah Islam Indonesia (YPMII) sejak tahun 1981.

“Mereka sudah tinggal sejak tahun 1970 dan hibah dari YPMII kepada 7 orang yang merupakan bagian dari yayasan itu diberikan pada 1981,” kata Wahyuni.

Lahan hibah yang diberikan kepada 7 kepala keluarga itu, memiliki luas 1.116 meter.

Saat ini lahan tersebut, digunakan para ahli waris sebagai tempat usaha seperti ruko dan toko karena berada di lokasi strategis dekat kampus UIN Syarif Hidayatullah.

Menurutnya, eksekusi lahan yang dilakukan pada hari ini, tidak mengindahkan kaidah hukum. Lantaran tak menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2018.

“Kami minta sama-sama menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan di PN Jaksel, atas gugatan perdata,” ungkapnya.

Kabag Umum UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Encep Dimyati, mengaku pihaknya hanya meneruskan amanat sebelumnya terkait putusan Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

“Secara pribadi tentu saya tidak ada kepentingan, kami hanya menjalankan putusan PN Kota Tangerang, untuk mengambil lahan milik kami. Secara hukum putusan MA sudah incrhat juga terkait ini, jadi tak ada hukum yang kami langgar,” tutur Encep.

Menurutnya, eksekusi lahan ini berdasarkan putusan pengadilan tahun 2004. Dan baru bisa terlaksana, setelah melalui proses panjang.

“Kami lakukan secara bertahap. Prosesnya cukup panjang dan baru dieksekusi hari ini, berdasarkan amanat hukum,” paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved