Korban Persekusi Deklarasi #2019GantiPresiden Surabaya Masih Diintai Preman

Rafika Hardhiansari mengaku masih diintai seorang preman saat mengantar anaknya pagi tadi, Selasa (28/8/2018).

Korban Persekusi Deklarasi #2019GantiPresiden Surabaya Masih Diintai Preman
Twitter
Seorang wanita berhijab dipaksa melepas kaos #gantipresiden 2019 di Surabaya 

Persekusi tidak hanya terjadi ketika Deklarasi #2019GantiPresiden Surabaya digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Minggu (26/8/2018).

Rafika Hardhiansari mengaku masih diintai seorang preman saat mengantar anaknya pagi tadi, Selasa (28/8/2018).

Kesaksian satu dari puluhan perempuan yang mengalami persekusi oleh sejumlah pria berpakaian preman saat deklarasi tersebut diungkapkannya lewat akun twitternya @SitiRafikaH.

Dirinya mengaku masih dibuntuti orang asing usai dirinya hendak mengantarkan anaknya sekolah.

Sosok tidak dikenal terlihat tengah mengawasi rumahnya pada sekira pukul 06.00 WIB.

Kehadiran orang asing itu menurutnya adalah buntut dari ancaman pembunuhan yang diterimanya pada saat Deklarasi #2019GantiPresiden Surabaya.

Walau begitu, Rafika mengaku tidak takut akan segala ancaman yang terjadi.

Karena menurutnya apabila dirinya mati, dunia akan mencatat jika demokrasi di Indonesia telah mati karena rezim pemerintahan saat ini.

"Astaghfirullah tadi pagi stelah antar anak sekolah msh jam 6 rumah sy sdh diawasi org asing. Kmarin Minggu malam ada oknum yg ancam bunuh sy. Kalian smua gak usah ancam sy Krn sy gak takut mati. Sejak kecil sy terbiasa di iri difitnah dizolimi dipukul dianiaya sy ikhlas," tulis Rafika.

"Jika kemudian sbg seorang perempuan, seorang emak & dlm kondisi sendirian harus mati Krn ancaman dari oknum2 di rezim ini yg tidak suka sy terlalu vokal maka sy ikhlas biarkan Dunia mencatat bhw demokrasi di Indonesia sudah mati!," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved