Koran Warta Kota

Bonus Atlet Asian Games Mulai dari Uang Sampai Jadi PNS

Imam Nahrawi mengatakan, ada banyak bonus yang menanti para atlet peraih medali di Asian Games 2018

Bonus Atlet Asian Games Mulai dari Uang Sampai Jadi PNS
Koran Warta Kota
Headline Warta Kota edisi Selasa, 28 Agustus 2018 

Ketika hendak ditemui di kediamannya di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/8) malam, Prabowo tampak tersenyum sambil melambaikan tangan dari dalam mobil Lexus putihnya.

Ia pun meninggalkan rumahnya sambil kembali melontarkan senyumnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa Prabowo sangat bersyukur cabang olahraga pencak silat bisa meraih 8 emas.

"Prabowo bersyukur karena 40 persen dari perolehan medali emas kita hari ini disumbangkan pencak silat," kata Muzani di kediaman Prabowo.

Prabowo, menurut Muzani, sangat bangga. Sebagai dukungan moral, Prabowo akan menonton pertandingan pencak silat berikutnya.

"Beliau akan nonton, tanggal berapanya saya lupa," katanya.

Selama ini Prabowo selalu memantau latihan dan perkembangan atlet pencak silat yang bertanding pada ajang Asian Games.

"Beliau memonitor terus, dan Alhamdulillah raihan emas sekarang melampui target," kata Muzani.

Prabowo juga disebut akan memberikan bonus kepada atlet peraih medali emas.

"Biasanya gitu, yang berprestasi oleh beliau (Prabowo) dikasih bonus. Tapi bonusnya apa, besarnya berapa, saya nggak tahu," ujar Muzani.

Lampaui target

Terkait perolehan medali kontingen Indonesia, Menpora Imam Nahrawi tampak semringah.

Sebelum Asian Games 2018 digelar, ia menargetkan Indonesia bisa meraih setidaknya 16 medali emas.

Ternyata, hingga Senin (27/8) malam, Indonesia sudah menyabet 22 medali emas.

Torehan tersebut memecahkan rekor raihan medali emas saat event 5 tahunan tersebut digelar pada tahun 1962, ketika Indonesia juga menjadi tuan rumah.

"Per hari ini kita sudah melampaui Asian Games 1962," kata Imam.

Hal yang lebih membanggakan, sambung Imam, beberapa atlet peraih medali emas merupakan mereka yang cabang olahraganya juga dipertandingkan di Olimpiade.

"Hal yang paling penting juga kita berhasil meraih medali emas di sejumlah cabang olah raga olimpiade. Salah satunya cabang olahraga angkat besi 62 kg, Eko Yuli Irawan, sempat mau dihapus tapi kami dari PB PASSI, Kemenpora dan Inasgoc berjuang, akhirnya bisa kembali dipertandingkan," ujarnya.

Kemudian cabang olahraga panjang dinding dimana emas diraih oleh Aries Susanti Rahayu, tim estafet putra, dan tim estafet putri. Juga cabang karate kelas 60 kg kumite oleh Rifki Ardiansyah Arrosyiid.

Bahkan beberapa cabang olahraga yang sebelumnya tak menjadi unggulan bagi kontingen Indonesia, secara mengejutkan membuktikan kejayaannya.

"Lalu, setelah 18 tahun puasa medali emas, cabang tenis kembali meraih emas. Terakhir menang waktu Asian Games Bangkok 1990 yang diraih oleh Hary Suharyadi dan Yayuk Basuki," katanya. (abs/Kompas.com/TribunNetwork)

Baca selengkapnya di Harian Warta Kota edisi Selasa, 28 Agustus 2018

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved