Pilpres 2019

Ahmad Dhani: Presiden yang Sekarang Gagal, Utangnya Banyak tapi Kemiskinan Cuma Turun 1,1 Persen

Terakhir, kader Partai Gerindra ini menilai saat ini banyak masyarakat yang terpecah belah.

Ahmad Dhani: Presiden yang Sekarang Gagal, Utangnya Banyak tapi Kemiskinan Cuma Turun 1,1 Persen
Warta Kota/Nur Ichsan
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. 

POLITIKUS Partai Gerindra Ahmad Dhani menyebutkan tiga alasan dirinya enggan memilih Joko Widodo sebagai Presiden RI untuk periode 2019-2024.

Pertama, pentolan Dewa 19 itu menganggap pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Jokowi tak mampu mencapai target, dan stagnan di angka sekitar lima persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita enggak, mangkrak di 5 persen. Supaya ada pertumbuhan ekonomi, karena presiden yang ini tidak berhasil selama empat tahun menumbuhkan pertumbuhan ekonomi," kata Ahmad Dhani di PN Jaksel, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Baca: Tak Masuk Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandi, Ahmad Dhani Ingin Fokus di Gerakan #2019GantiPresiden

Ahmad Dhani juga menyayangkan tahun ini angka kemiskinan di Indonesia hanya berkurang 1,1 persen, dari 10,96 persen di 2014, menjadi 9,86 persen pada Maret 2018.

"Presiden yang ini punya prestasi yang terjelek dalam mengentaskan kemiskinan. Selama empat tahun presiden yang ini cuma mengentaskan kemiskinan 1,1 persen saja. Sementara presiden yang lain itu 3 persen, 4 persen, hingga 5 persen," tutur Ahmad Dhani.

"Ini empat tahun cuma 1,1 persen presiden yang ini. Berarti ini kan presiden yang gagal. Utangnya banyak tapi kemiskinan cuma turun 1,1 persen," sambungnya.

Baca: Ahmad Dhani Taksir Harga Jual Rumahnya di Pondok Indah Rp 60 Miliar

Terakhir, kader Partai Gerindra ini menilai saat ini banyak masyarakat yang terpecah belah. Namun, ia enggan menyebutkan golongan masyarakat mana yang ia maksud.

"Saya pengin presiden yang baru supaya umat tidak terbelah. Gara-gara presiden ini, umat terbelah," tudingnya. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help