Ustaz Felix Siau Sebut Kasus Neno Warisman Jadi Bukti Tidak Adanya Keadilan di Negeri Ini

Mirisnya, Polri justru ikut campur dalam aksi anarkis yang dilakukan oleh kelompok tertentu, kelompok yang diketahui melanggar hukum.

Ustaz Felix Siau Sebut Kasus Neno Warisman Jadi Bukti Tidak Adanya Keadilan di Negeri Ini
Kompas.com/Idon Tanjung
Kedatangan Neno Warisman (pakai masker) di Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, langsung masuk ke mobil yang dikawal pihak kepolisian dan TNI, Sabtu (25/8/2018). 

PERISTIWA penyanderaan Neno Warisman ketika hendak menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden di Riau pada Sabtu (25/8/2018) diungkapkan Ustaz Felix Siau menjadi bukti tidak adanya keadilan di negeri ini.

Padahal Indonesia merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi hak kebebasan berpendapat, buah dari Reformasi.

Kekecewaan Ustaz Felix Siau diluapkan lewat status instagramnya,@felixsiauw; yang diberi judul 'Bukan Negara Hukum' pada Senin (27/8/2018).

Dalam postingan, Ustaz Felix Siau mengaku tidak perlu berpikir atau berakal apabila peristiwa yang dialami neno Warisman mulai dari penghadangan barisan preman hingga dipaksa aparat Kepolisian menaiki pesawat di Bandara Sultan Syarif kasim II.

Kejadian tersebut katanya menjadi bukti keterlibatan Polri dalam politik Indonesia.

Mirisnya, Polri justru ikut campur dalam aksi anarkis yang dilakukan oleh kelompok tertentu, kelompok yang diketahui melanggar hukum.

"Tak perlu berpikir, yang masih punya hati pun merasa, ada yang tidak beres bila satu ibu-ibu dituduh makar, dilempari mobilnya, diusir dari negerinya sendiri. Tak usah berakal, yang punya jiwa pasti akan merasa, apa sih sebenarnya salahnya ibu-ibu itu sampai harus ditahan, diperlakukan kasar, diteriaki seolah lebih dari teroris," ungkapnya.

"Yang masih berpikir apalagi, kok bisa-bisanya di negeri yang punya hukum, ada kelompok-kelompok yang bisa bebas dalam melakukan hal diluar hukum. Mereka boleh memprovokasi, mempublikasi ancaman, memblokade bandara, melakukan tindak anarkis di depan anak-anak, bahkan di dalam masjid. Lucunya, pihak keamanan tak bisa disembunyikan lagi, berpihak, padahal netral pun salah, tapi malah membela dan mendukung yang melanggar hukum," tambahnya.

Walau ditekan dan kerap kali disebut makar, anti Pancasila dan radikal, ustaz Felix Siau mengaku tidak perduli.

Sebab menurutnya kini Indonesia dimiliki rezim saat ini, semua tindak tanduk yang dilakukan pihak oposisi pasti akan disalahkan pihak Jokowi-sapaan Joko Widodo.

"Terserah mereka, negara punya mereka kok, banyak pembenaran yang bisa dilakukan, tapi sekali lagi ummat ini punya mata, akal dan hati, mereka saksikan.Toh sekarang semua yang dianggap berseberangan dengan penguasa bisa dihabisi dengan kata sakti, 'Makar terhadap NKRI, anti-Pancasila, radikal', begitu," ungkapnya.

"Mantra yang senantiasa diulang, 'Sebab pro-khilafah, disusupi HTI', padahal lihat, siapa yang beringas, siapa yang main pukul, siapa yang kasar dan bayaran? Saat aparat negara sudah nyata menunjukkan keberpihakan, maka siapa lagi yang percaya bahwa negara ini adil? Penguasa ini adil? Mengerikan," tambahnya.

Ketidakadilan ditunjukkannya lewat pengepungan Ahmad Dhani dan sejumlah relawan yang hendak menghadiri #2019GantiPresiden di Surabaya pada Minggu (26/8/2018).

Ahmad Dhani dikepung massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Rakyat Surabaya.

"Saya masih bisa melihat dan merasa, yang mana yang ajeg, tenang dan ranggi, dan yang mana yang tak berakhlak, rusuh, dan arogan. Lihat dan perhatikan baik-baik, amati dan teliti, ingat-ingat mana saja yang menyakiti ummat ini. Bawa dalam doa, kebaikan untuk mereka, juga kebaikan buat negeri. Tanamkan dalam hati, 'memang betul, tak ada keadilan, kecuali dengan Kitabullah dan Sunnah'," tutup Ustaz Felix Siau. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved