Fesyen

Serena Williams Dilarang Berbusana 'Black Panther' di Perancis Terbuka 2018

Terkait pakaian yang dikenakan pada Roland Garros tersebut, Serena mengungkapkan bahwa pakaiannya membuatnya merasa seperti seorang putri ksatria

Serena Williams Dilarang Berbusana 'Black Panther' di Perancis Terbuka 2018
@Serenawilliams
Serena Williams (kanan) mengenakan busana 'Black Panther' saat turnamen tenis pada Juni 2018. 

Serena Williams, petenis nomor 1 dunia, dilarang untuk mengenakan pakaiannya—yang terinspirasi dari film Black Panther, pada turnamen Perancis Terbuka 2018 mendatang.

Serena terlihat mengenakan bodysuit berwarna hitam pada turnamen Roland Garros yang diadakan awal tahun 2018 ini, yang juga merupakan aksi kembalinya  di grand slam setelah melahirkan.

Lebih dari sekedar fesyen, pakaian ketat ini dirancang untuk melindungi Serena dari penggumpalan darah dalam tubuhnya.

Sebelumnya ditemukan hematoma—penumpukan darah beku di luar pembuluh darah—dalam tubuh Serena setelah ia melahirkan putrinya, Olympia.

Baca: Serena Williams Tak Tergoda Putrinya Ikuti Jejaknya Jadi Petenis Tersohor

“Aku hampir mati setelah melahirkan putriku, Olympia,” ujar Serena. “Pertama luka pada C-section-ku terbuka karena batuk keras yang aku alami karena emboli,” ucapnya.

“Aku kembali menjalani operasi, dimana para dokter menemukan hematoma besar, penumpukan darah beku di perutku," katanya.

"Kemudian aku menjalani prosedur untuk mencegah penumpukan darah tersebut tidak mengenai paru-paruku,” ucap Serena lagi.

Terkait pakaian yang dikenakan pada Roland Garros tersebut, Serena mengungkapkan bahwa pakaiannya membuatnya merasa seperti seorang putri ksatria.

Baca: Serena Williams Merasa Seperti Superhero

Meskipun pakaiannya sudah dirancang jauh dari sebelum film Black Panther dirilis, namun bagi Serena pakaian tersebut seperti pakaian yang diinspirasi dari Wakanda.

Serena tidak lagi mengenakan cat-suit-nya setelah ia kenakan pada turnamen Perancis Terbuka lalu, dan kini tampaknya ia tidak lagi dapat mengenakan pakaian itu.

Bernard Giucedelli, presiden FFT, memberikan sepotong kritik yang mengejutkan kepada Serena dan juga pemain lainnya untuk lebih 'konservatif' pada turnamen mendatang.

“Saya percaya terkadang mungkin kita terlalu jauh. Pakaian Serena tahun ini misalnya, sudah tidak bisa lagi diterima. Anda harus menghormati permainan dan tempatnya,” kata  Giucedelli.

Serena belum menanggapi permasalahan pakaian tenisnya tersebut, tetapi ucapan Giucedelli ini menuai berbagai kritik tajam di media sosial. (Independent/Comicbook).

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help