Sebagian Warga Ruko Taman Palem Tak Keberatan Bayar Iuran Kebersihan dan Keamanan

Sebagian warga ruko Taman Palem mengaku tak keberatan dengan iuran keamanan dan kebersihan di kawasan itu.

Sebagian Warga Ruko Taman Palem Tak Keberatan Bayar Iuran Kebersihan dan Keamanan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi 

VIDEO penggrebekan preman di ruko Taman Palem oleh aparat Sat Reskrim Polrestro Jakarta Barat sempat menghebohkan dunia maya.

Namun penggrebekan itu mengundang tanya sebagian pemilik ruko di wilayah tersebut.

Menurut beberapa penghuni ruko sejumlah orang tertuduh preman dan kini dibui merupakan pengelola dan sekuriti ruko Taman Palem.

Saat ditangkap mereka tengah meminta Iuran Keamanan Kebersihan Ruko (IKKR) ke penghuni.

Menurut mereka, iuran tersebut bukan bentuk pemalakan.

Hal itu disampaikan Rocki, pengurus RT 013/008 Komplek 1000 Ruko Taman Palem

"Jadi pemilik Ruko Blok R 7-8 ‎di Komplek 1000 Ruko, Beny yang melaporkan adanya dugaan pemerasan oleh oknum satpam. Tapi ternyata, dia kan sudah 10 tahun tidak membayar IKKR. Sebenarnya, IKKR ini sudah disepakati secara bersama-sama oleh sejumlah penghuni di ruko itu yakni sebesar Rp 350.000 per bulan," katanya di lokasi, Senin (27/8/2018).

‎Dikatakannya, uang IKKR itu digunakan untuk menggaji petugas keamanan ruko dan pengangkutan sampah dari ruko.

Adapun yang mengelola uang itu adalah pengelola Komplek 1000 Ruko yakni PT Titu Harmoni yang kini kantornya turut disegel aparat kepolisian.

"Sudah dari dulu ada uang ini (IKKR). Kalau yang sebesar Rp 350.000 ini sudah sekitar dua tahun inilah. Kalau memang, penangkapan itu (para orang tertuduh preman) karena masalah IKKR, ya aneh. Padahal yang saya tahu tak ada satupun penghuni yang mengeluhkan ke saya, terkait IKKR," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help