Asian Games 2018

Kisah Jafro Megawanto, Pernah Diminta Berhenti jadi Atlet Paralayang Gara-gara Biaya (2)

"Pernah saya suruh berhenti latihan karena biaya. Tapi dia tetap berangkat, tetap berlatih."

Kisah Jafro Megawanto, Pernah Diminta Berhenti jadi Atlet Paralayang Gara-gara Biaya (2)
Kompas.com/Andi Hartik
BUDI Sutrisno dan Suliasih, orang tua Jafro Megawanto saat menunjukkan medali dan piala anaknya di rumahnya, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Minggu (26/8/2018). 

BUDI Sutrisno (63) dan Suliasih (54) baru saja selesai makan malam di rumahnya di Kelurahan Songgokerto nomor 159 RT 3 RW 3 Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (26/8/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Pasangan suami istri itu baru saja tiba di rumahnya setelah seharian menggarap ladang miliknya. Meski demikian, tidak ada tanda - tanda lelah di tubuhnya.

Wajahnya yang mulai keriput selalu mencarkan wajah bahagia. Kabar anaknya, Jafro Megawanto, sebagai peraih medali emas Asian Games 2018 cabang olahraga paralayang membuat hati mereka tambah berbunga - bunga.

Jafro mencatat nilai terbaik dari 33 atlet lainnya dalam nomor ketepatan mendarat perorangan atau men's individual accuracy di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat pada Kamis (23/8/2018).

Baca: Kisah Jafro Megawanto, Tukang Lipat Parasut yang Meraih Medali Emas Asian Games 2018 (1)

Jafro juga menyumbang medali emas di nomor akurasi beregu putra atau men's team accuracy.

Perjalanan Jafro sebagai atlet paralayang tidak mudah. Apalagi ia berasal dari keluarga yang pas-pasan.

Orangtuanya yang bekerja sebagai petani pun sempat meminta Jafro berhenti. Namun Jafro bergeming. Atlet kelahiran 18 Maret 1996 itu optimistis dengan bakatnya.

"Pernah saya suruh berhenti latihan karena biaya. Tapi dia tetap berangkat, tetap berlatih," kata Suliasih kepada Kompas.com. Melihat tekad anak keduanya itu, Suliasih tidak lagi mengucapkan kata menyerah ke anaknya.

Setiap biaya untuk ongkos Jafro latihan selalu ia usahakan. Keluhan tentang tidak adanya biaya selalu ia pendam supaya tidak mengurangi semangat anaknya.

Padahal, untuk sekadar sewa ojek untuk latihan, Jafro sedikitnya menghabiskan uang Rp 60.000 dalam sekali latihan. Hal itu jika Jafro terjun sebanyak empat kali dengan harga ojek sekali antar Rp 15.000.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help