Hashim Minta Alokasi Dana Rp 855 Miliar untuk Pertemuan IMF dan World Bank Bali Dialihkan

Gerindra menyerukan kepada pemerintah untuk mengalihkan sebagian besar anggaran pertemuan IMF di Bali sebesar Rp 855 miliar.

Hashim Minta Alokasi Dana Rp 855 Miliar untuk Pertemuan IMF dan World Bank Bali Dialihkan
Kompas.com
Hashim Djojohadikusumo menuntut alokasi APBN dialihkan. 

PEMERINTAH Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp 855,5 Milliar untuk agenda tahunan pertemuan International Monetary Fundamental (IMF) dan World Bank di Nusa Dua, Bali, pada 10-13 Oktober 2018 nanti.

Dana senilai Rp 855,5 milliar tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017-2018.

Melihat besarnya postur APBN yang tersedot untuk pertemuan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo angkat bicara.

Hashim meminta pemerintah Indonesia harus mengalihkan sebagian besar dana pertemuan IMF - World Bank yang bersumber dari APBN untuk membantu para keluarga dan korban bencana alam serta untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Gerindra menyerukan kepada pemerintah untuk mengalihkan setengah atau sebagian besar anggaran (demi) pertemuan IMF di Bali yang sebesar Rp 855 miliaruntuk membantu korban dan bencana di Lombok," ujar Hashim Djojohadikusumo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/8/2018)

Ia menjelaskan bahwa meski pemerintah telah menyiapkan dana untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga korban bencana alam di Lombok, pencairan dana tersebut masih membutuhkan waktu.

Oleh karena itu, akan sangat bermanfaat dan efektif bila dana yang besar untuk pertemuan IMF - World Bank tersebut sebagian besarnya diberikan untuk para korban bencana alam dan membangun kembali wilayah terdampak gempa.

"Tak ada salahnya dana yang besar untuk menyambut tamu IMF dan Word Bank tersebut sebagian besar untuk membangun Lombok kembali. Itu sangat bermanfaat dan membantu para korban bencana alam. Apalagi dana untuk menjamu para petinggi IMF dan World Bank itu menggunakan dana APBN yang sangat besar," tuturnya.

Menurutnya, Partai Gerindra paham betul kondisi para korban dan masyarakat yang berada di Lombok. Sebab, beberapa hari setelah gempa di Lombok, DPP Partai Gerindra telah menerjunkan ratusan kadernya yang tergabung dalam Satgas Dokter Keliling (dokling) Prabowo Menyapa dan Organisasi sayap Partai Gerindra di bidang kesehatan yakni KESIRA untuk membantu masyarakat dan para korban gempa di Lombok.

"Kami tahu sangat sulit kondisi masyarakat disana, mereka sangat membutuhkan bantuan segera! Kami Partai Gerindra tahu karena kami telah turun ke sana melalui KESIRA dan Satgas Dokling Prabowo Menyapa bersama-sama membantu dan tinggal bersama masyarakat disana," kata Hashim.

Hashim yakin Bank Dunia tidak akan keberatan jika dana pertemuan IMF yang direncakan berlangsung di Bali dipangkas untuk membantu para korban bencana di Lombok.

"Saya yakin Bank Dunia akan mengapresiasi langkah ini, pengentasan kemiskinan kan masuk dalam kerangka kerja mereka," ucap Hashim.

Konferensi pers APBN Kita oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani di Jakarta, Senin (15/1/2018).
Konferensi pers APBN Kita oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani di Jakarta, Senin (15/1/2018). (Warta Kota/Hamdi Putra)
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help