Koperasi

APBD Defisit, Pemkot Bekasi Hentikan Penyertaan Modal Pinjaman Koperasi

Hanya koperasi dengan neraca keuangan dan pengelolaan yang sehat diperbolehkan meminjam dana sebagai modal.

APBD Defisit, Pemkot Bekasi Hentikan Penyertaan Modal Pinjaman Koperasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
15 Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bekasi ikut memasarkan produknya dalam ajang Asian Games 2018 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Pemerintah Kota Bekasi menghentikan penyertaan modal bagi koperasi di wilayah setempat pada 2018.

Alasannya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi mengalami defisit.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bekasi, Karto mengatakan, terakhir kali pemerintah memberikan kucuran dana sekitar Rp 5 miliar pada 2017.

Pemberian modal untuk koperasi simpan pinjam itu, kata dia, disalurkan pemerintah melalui Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Patriot. Bank in merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi.

"Tahun lalu alokasi anggaran masih ada, sehingga kita kucurkan Rp 5 miliar untuk koperasi simpan pinjam melalui BPRS Patriot," kata Karto di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (27/8/2018).

Baca: 228 Pegawai Dinas Koperasi dan UMKMP Jalani Tes Urine Dadakan

Menurut Karto, alokasi dana Rp 5 miliar dikucurkan untuk 20 koperasi di wilayah setempat dengan pagu anggaran maksimal Rp 250 juta setiap koperasi.

Tujuannya pernyetaan modal ini agar kegiatan koperasi tetap berjalan efektif di masyarakat.

"Mereka harus memiliki modal demi kemajuan usahanya, maka dari itu kita berikan pinjaman dengan margin 4 persen setiap tahun," katanya.

Karto menjelaskan, dari margin sebesar 4 persen per tahun, pemerintah mengutip 0,5 persen dari BPRS Patriot.

Dana yang diperoleh atas pinjaman itu, kemudian dialihkan pemerintah ke kas daerah sebagai pendapatan.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help