Wedding Fair

Anda sedang Mencari Busana Pengantin? Yuk ke Kempinski Wedding 2018

"Opulent Winter ini identik dengan white wedding international. Jadi tema Opulent Winter gabungannya Minang dengan tema itu."

Anda sedang Mencari Busana Pengantin? Yuk ke Kempinski Wedding 2018
Kompas.com/Nabilla Tashandra
Co-Founder The Bride Dept Friska Ruslim (paling kanan) bersama perwakilan Kempinski Hotel Jakarta dan Jaguar Land Rover Indonesia saat konferensi pers Kempinski Wedding Fair 2018 di Jakarta, Jumat (24/8/2018). 

Hotel Indonesia Kempinski bekerja sama dengan The Bride Dept menyelenggarakan Kempinski Wedding Fair 2018.

Kempinski Wedding Fair 2018 ini akan diselenggarakan mulai 31 Agustus hingga 2 September 2018 di Kempinski Grand Ballroom, West Mall Grand Indonesia.

Tema 'Opulent Winter' dipilih untuk pameran pernikahan yang menghadirkan lebih dari 80 vendor dengan kisaran harga yang beragam tersebut.

Baca: Kenapa Gaun Pernikahan Berwarna Putih?

Co-Founder The Bride Dept, Friska Ruslim menjelaskan, tema musim dingin disesuaikan dengan karakteristik Ballroom Kempinski yang elegan dan klasik, dengan hiasan lampu-lampu gantung unik.

Di samping itu, kata Friska, tema musim dingin juga mulai banyak digunakan oleh para pengantin sebagai tema pernikahannya.

"Bisa dibilang lumayan banyak. Mungkin kita bilang winter itu sesuatu yang dingin. Tapi kalau nonton film Natal, seperti Christmas is all about something warm."

Demikian penuturan Friska seusai konferensi pers di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (24/8/2018). 

Ttema musim dingin bukan berarti hanya dipenuhi warna putih. Tema tersebut juga didukung dengan warna-warna seperti biru navy, warna-warna bold, serta sentuhan bunga-bungaan berwarna emas.

Pameran itu juga berupaya menggabungkan tema pameran tradisional dan modern.

Baca: Dapatkan Gaun Pengantin Impian Seharga Rp 1,5 juta yang Bisa Dicoba Dulu

"Opulent Winter ini identik dengan white wedding international. Jadi tema Opulent Winter gabungannya Minang dengan tema itu," ujar Friska. "Konsep seperti itu yang ingin kami bawa," ucapnya lagi.

Friska menambahkan, meski sudah banyak pengantin yang menggunakan konsep modern, namun konsep pernikahan tradisional masih sangat diminati.

Salah satu alasannya adalah karena pernikahan tradisional memiliki banyak makna, dan para pengantin merasa bangga dengan masing-masing budayanya.

"Justru sekarang kita bisa bilang kayak back to the roots. Karena pernikahan tradisional itu maknanya banyak ya," ucap Friska.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help