Asian Games 2018

Pesan Politis di Asian Games 1962 dan 2018

Dirinya terlihat duduk di tengah Jalan Jenderal Sudirman, persis di bawah Lingkar Semanggi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pesan Politis di Asian Games 1962 dan 2018
Warta Kota/Henry Lopulalan
Pijaran kembang api saat pembukaan Asian Games ke-18 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2018). 

INDONESIA sudah dua kali menjadi tuan rumah Asian Games, yakni di era Presiden Soekarno pada 1962, dan Joko Widodo pada 2018.

Tetapi tahukah anda, terdapat misi politik di balik ajang olahraga terbesar se-Asia itu? Putri Indonesia 2005 Asta Dewanti lewat akun instagramnya @astadewanti, melakukan kilas balik gelaran Asian Games pertama yang digelar di Jakarta pada 1962.

Diceritakannya, gelaran Asian Games ketika itu menjadi ajang ketegasan Soekarno untuk menunjukkan posisi Indonesia di mata dunia.

Baca: Polisi Bandara Soekarno-Hatta Blender dan Bakar Puluhan Ribu Kilogram Barang Bukti Narkoba

"Bagi Soekarno, Asian Games 1962 adalah ajang menunjukkan identitas dan idealisme bangsa. Olahraga adalah politik. #Indonesia menolak kehadiran delegasi Israel yang sedang menjajah Palestina dan menolak keikutsertaan Taiwan sebagai bentuk pemihakan politik Soekarno. Free Nation!," tulisnya pada Sabtu (25/8/2018).

Langkah Soekarno mendapat tentangan keras dan sanksi dari Komite Olimpiade Internasional. Namun, sang Proklamator tidak berhenti, Games of the New Emerging Forces (Ganefo) atau Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang justru digelar pada 1963.

Ajang olahraga yang digagas Soekarno itu menjadi tandingan, karena Indonesia dilarang mengikuti Olimpiade Tokyo pada 1964. Langkah berani Soekarno bukan mengecilkan Indonesia, tetapi membuktikan ketegasan Soekarno menentang segala bentuk penjajahan.

Gembira rasanya melihat atribut Asian Games bertaburan sepanjang jalan. Jika #AsianGames2018 berslogan #EnergyOfAsia, #AsianGames1962 memiliki moto "Even Onward" atau "Madju Terus". - Bagi Soekarno, Asian Games 1962 adalah ajang menunjukkan identitas dan idealisme bangsa. Olahraga adalah politik. #Indonesia menolak kehadiran delegasi Israel yang sedang menjajah Palestina dan menolak keikutsertaan Taiwan sebagai bentuk pemihakan politik Soekarno. Free Nation! - Demikian keras kepalanya Soekarno. Ketika sikap politik tersebut membuat Indonesia dijatuhi sanksi oleh Komite Olimpiade Internasional yang membuat Asian Games 1962 tidak diakui, Soekarno malah menyelenggarakan GANEFO (Pesta Olahraga Negara Berkembang) di tahun 1963 sebagai bentuk perlawanannya. - Alih-alih kehilangan muka, manuver Soekarno ini justru membuat Indonesia sangat dihormati dan diperhitungkan di panggung politik dunia. Sekali lagi, memimpin adalah tentang keberanian. -
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved