Ingin Foto Prewedding di Kali Besar dan Kota Tua Jakarta Barat Ada Pungutan Liar Rp 500.000

Aksi preman di Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, mendera sepasang kekasih, Adi Putu dan Debby, Minggu (26/8/2018) siang.

Ingin Foto Prewedding di Kali Besar dan Kota Tua Jakarta Barat Ada Pungutan Liar Rp 500.000
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Suasana Kali Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, usai selesai direvitalisasi. 

WARTA KOTA, TAMANSARI---Aksi preman di Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, mendera sepasang kekasih, Adi Putu (30) dan Debby (26), Minggu (26/8/2018) siang.

Sepasang kekasih ini diminta uang sebesar Rp 500.000 oleh preman dengan alasan membayar sewa lapak.

"Tanggal 29 Agustus 2018, saya mau foto prewedding. Kata fotografer saya yang mengunjungi ke Kali Besar cek lokasi, ternyata harus membayar Rp 500.000. Kawasan Kali Besar itu bakal jadi lokasi saya untuk sesi foto. Tapi malah harus bayar. Bukannya gratis," kata Putu kepada wartawan.

Baca: BERITA FOTO: Yuk, Lihat dari Dekat Kali Besar Usai Direvitalisasi

Dapat kabar itu, Putu mengakui kaget, dan yang meminta uang itu preman di Kawasan Kota Tua.

"Fotografer saya diminta sama preman di sana (Kota Tua). Jadi kalau mau sesi foto di Kali Besar atau di spot Kawasan Kota Tua harus bayar Rp 500.000. Saya pikir di sana banyak pengunjung di Kota Tua swafoto, bahkan ada pengunjung yang bawa kamera digital boleh-boleh saja foto-fotoan di sana," kata pria warga Pejaten, Jakarta Selatan.

Mengetahui hal itu, Linda Enriany, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat, murka.

Linda Enriany mengatakan, tak ada pungutan bayaran sedikitpun untuk warga yang ingin adakan sesi foto di Kawasan Kali Besar hingga di spot-spot Kota Tua lainnya.

"Saya imbau bagi seluruh warga yang sedang berkunjung di Kota Tua jika ada yang mencoba meminta uang yang dilakukan preman, segera lapor dan foto wajahnya. Tidak ada pungutan di Kota Tua. Kawasan Kota Tua ini milik semua masyarakat. Boleh berfoto-foto," kata Linda.

Baca: Dua Sisi Kali Besar di Kota Tua Dibendung Membuatnya Mirip Kolam

Linda menambahkan tetapi ada beberapa spot yang dimana harus bersurat atau izin ke pihak Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua.

"Apabila, pihak UPK Kota Tua memberi syarat untuk izin terlebih dahulu, pengunjung itu wajib melapor atau izin dulu," katanya.

Sementara, Kepala UPK Kota, Norviadi, meminta pengunjung Kota Tua langsung memfoto wajah preman tersebut, lalu melapor ke pihak UPK Kota Tua dan pihak berwajib.

Baca: 13 Unit TPE di Kawasan Kali Besar Mulai Beroperasi 13 Juli 2018

"Taman Fatahillah, lorong-lorong dan spot lain gratis! Saya yang bertanggungjawab! Diimbau agar seluruh pengunjung yang merasa dipalak, segera foto wajah si preman. Lalu laporkan ke pihak UPK Kota Tua, petugas keamanan Kota Tua, atau jika perlu langsung laporkan ke pihak berwajib," katanya.

Sementara, Kapolsek Tamansari Ajun Komisaris Besar Rully Indra belum menanggapi kabar pungutan liar itu.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved