Indonesia Cuma Hasilkan 3,8 Juta Pekerja Skill per Tahun, Kalah dari Rwanda

Pekerjaan lain yang menanti adalah melakukan pesebaran para pekerja berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Indonesia Cuma Hasilkan 3,8 Juta Pekerja Skill per Tahun, Kalah dari Rwanda
WARTA KOTA/HAMDI PUTRA
Cak Imin didampingi Menakertrans Hanif Dhakiri dan Menpora Imam Nahrawi sebelum konvoi di Markas DPP PKB Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018) pagi. 

MENTERI Tenaga Kerja MHanif Dhakiri menyatakan, salah satu pekerjaan rumah Indonesia dalam bidang ketenagakerjaan, adalah kurang terampilnya pekerja Indonesia.

"Kalau bicara soal tenaga kerja, perlu tiga hal. Satu, kualitas. Jadi kita butuh tenaga kerja yang berkualitas yang berdaya saing. Yang kedua, kita juga butuh jumlahnya kuantitasnya, lalu kita juga perlu pesebarannya," tutur Hanif Dhakiri di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Sabtu (25/8/2018).

Bahkan, ia menyebut dalam setahun Indonesia baru bisa menghasilkan 3,8 juta pekerja yang memiliki skill atau kemampuan mumpuni.

Baca: Tak Menyerah, PKS Bakal Ajukan Peninjauan Kembali Kasus Pemecatan Fahri Hamzah

"Masih kurang banget, per tahun 3,8 juta pekerja skill (yang dihasilkan)," ungkapnya.

Lebih lanjut Hanif Dhakiri menuturkan, pekerjaan lain yang menanti adalah melakukan pesebaran para pekerja berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

"Pekerjaan rumah kita (Indonesia) bagaimana pekerja berkualitas baik, bermental juara itu bisa berada dalam jumlah yang besar dan tersebar relatif rata di berbagai daerah," kata menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Baca: Area Perluasan Ganjil Genap di Jalan Benyamin Sueb dan Metro Pondok Indah Dikurangi

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan oleh INSEAD yang bekerja sama dengan The Adecco Group dan Tata Communications, Indonesia berada di urutan ke -77 dari total 119 negara di dunia, dalam peringkat Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2018 yang bertema keberagaman SDM untuk meningkatkan daya saing.

Peringkat tersebut jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Indonesia berada satu level di bawah Rwanda, dan sedikit lebih unggul dibandingkan India dan Sri Lanka. Peringkat pertama diraih oleh Swiss, yang diikuti oleh negara maju lainnya seperti Singapura, Amerika Serikat, Norwegia, dan Swedia. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved