Terungkap Bukti Baru Bos Pabrik Cat Iwan Adranacus Tabrak Pengendara Motor Sampai Tewas

Petugas menemukan sejumlah bukti baru dari kegiatan dan mobil Mercedes-Benz AD 889 QQ yang dikendarai tersangka Iwan Adranacus untuk menabrak korban.

Terungkap Bukti Baru Bos Pabrik Cat Iwan Adranacus Tabrak Pengendara Motor Sampai Tewas
Tribun Solo
Bukti baru terungkap. Ketua Tim Olah TKP Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Prihmono menyampaikan, penyidikan ilmiah dilakukan untuk mendukung tim forensik dari Polresta Solo. 

TIM gabungan kepolisian dari Bareskrim Polri, Polda Jateng, dan Polresta Solo, menggelar olah TKP atas dugaan pembunuhan Eko Prasetio (28) di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo, pada Jumat (24/8/2018) pagi.

Petugas menemukan sejumlah bukti baru dari kegiatan dan mobil Mercedes-Benz AD 889 QQ yang dikendarai tersangka Iwan Adranacus (40), untuk menabrak korban pada Rabu (22/8/2018) siang lalu.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan, olah TKP berjalan lancar.

"Alhamdulilah berjalan lancar, kegiatan ini untuk menambah pembuktian untuk memperkuat penyidikan yang kita lakuan atas kasus dugaan pembunuhan," jelasnya ditemui wartawan.

Dalam mendukung kegiatan itu, pihaknya mengaku diback up oleh tiga satuan dari tim gabungan.

Yakni tim Traffic Accident Analyst (TAA) dari Ditlantas Polda Jateng, tim Inafis Ditreskrimum Polda Jateng, dan tim Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri.

Sementara itu, Ketua Tim Olah TKP Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Prihmono, menyampaikan, penyidikan ilmiah dilakukan untuk mendukung tim forensik dari Polresta Solo.

"Pertama kita temui goresan di bagian depan sisi kiri mobil matching dengan ini (bagian body motor sisi kanan, Red)," katanya.

Lalu, lubang ban mobil bagian depan sisi kiri, kata dia, disebabkan karena benturan keras pada bagian kenalpot.

"Terbukti dari sisa material ban yang menempel di bagian knalpot," ujarnya.

Adapun pengendara Mercy, Iwan saat ini telah ditahan di Mapolresta Solo sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu malam usai kejadian.

Tersangka dikenai Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia.

Lalu, dia diancam 15 tahun hukuman penjara. (Facundo Crysnha Pradipha)

Ketua Tim Olah TKP Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Prihmono menyampaikan, penyidikan ilmiah dilakukan untuk mendukung tim forensik dari Polresta Solo.
Ketua Tim Olah TKP Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Prihmono menyampaikan, penyidikan ilmiah dilakukan untuk mendukung tim forensik dari Polresta Solo. (Tribun Solo)

Tautan asal

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help