Sampai Larut Malam Neno Warisman Tertahan di Bandara Pekanbaru

Hingga Sabtu (25/8/2018) Neno Warisman tertahan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru saat hendak mendeklarasikan #2019GantiPresiden.

Sampai Larut Malam Neno Warisman Tertahan di Bandara Pekanbaru
Warta Kota/Hamdi Putra
Neno Warisman dan Sang Alang di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (29/7/2018) malam. 

TOKOH penggerak Deklarasi #2019GantiPresiden, Neno Warisman masih tertahan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Setelah massa yang menolak deklarasi 2019GantiPresiden membubarkan diri, Neno Warisman justru ditahan oleh aparat kepolisian setempat.

"Pertama kami datang sudah dihadang oleh 30 preman bayaran dan itu masyarakat atau ormas atau preman di luar dari masyarakat Melayu. Akhirnya preman itu berhasil diusir oleh ormas dan masyarakat Melayu asli," kata Sang Alang kepada Warta Kota, Sabtu (25/8/2018) malam.

Neno Warisman yang ditahan sejak pukul 15.00 WIB dan sampai saat ini masih terus melakukan negosiasi dengan kepolisian.

Menurut salah satu deklarator dan pencipta lagu 2019GantiPresiden, Sang Alang, dirinya bersama rombongan telah berada di luar area bandara, kecuali Neno Warisman yang masih ditahan.

"Ini sengaja agak jauh 200 meter dari area bandara karena ketika dekat, satu orang dikelilingi Intel 5 orang. Sekarang yang kita hadapi aparat polisi, bukan massa, massa udah kocar-kacir. Yang nahan bunda Neno polisi. Kita nggak boleh deklarasi," ujar Sang Alang.

Sang Alang dan rombongan terus mengupayakan agar deklarasi 2019GantiPresiden yang rencananya akan digelar di Tugu Pahlawan Pekanbaru pada Minggu (26/8/2018) pagi dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Rencana deklarasi tetap jalan, masyarakat akan hadir bahkan mungkin akan lebih ramai. Kita upayakan dulu sampai tengah malam karena masih negosiasi. Kami mau ke Lembaga Adat Melayu (LAM)," tutur Sang Alang.

Sang Alang mengatakan deklarasi 2019GantiPresiden merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

Setiap warga negara berhak untuk menyatakan sikap, menyatakan pikiran dan pendapat baik secara lisan maupun tulisan.

"Sejak dari Batam, Makassar dan hari ini Pekanbaru berkali-kali hal yang sama kita hadapi dan polanya sama. Jadi betul-betul rezim ini tidak siap berdemokrasi secara fair dan bermartabat. Ada apa gitu loh? Kalian teriak demokrasi, kalian teriak gue Pancasila, saya Indonesia saya Pancasila, slogan basi. Teriak NKRI harga mati tapi perpecahan kalian buat sendiri. Kalian tidak siap bertarung secara demokrasi," ucapnya.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help