Rel Ganda Sukabumi Bogor Terkendala Uang Kerohiman, Nunggu Iwan Bule Dulu

Kerahiman kalau keputusan dari gubernur selesai kita cepat," sambung Budi Karya.

Rel Ganda Sukabumi Bogor Terkendala Uang Kerohiman, Nunggu Iwan Bule Dulu
KOMPAS.com/BUDIYANTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau di stasiun Cicurug, Sukabumi,Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). 

Pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong masih terkendala lahan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah masih berusaha membebaskan lahan untuk pembangunan proyek tersebut

. "Lahan untuk tahap pertama ini kita hanya memberikan uang kerahiman karena itu adalah tanah-tanah kita (pemerintah)," ujar Budi Karya saat berkunjung ke lokasi proyek rel ganda Sukabumi-Bogor, Sabtu (25/8/2018).

Namun demikian, proses pembayaran uang kerohiman itu masih belum dilakukan lantaran masih menunggu keputusan dari (Pejabat) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Terkendalanya proses pembayaran uang kerahiman tersebut pun berimbas pada minimnya progres pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong sepanjang tujuh kilometer.

"Progresnya saat ini 10 persen karena menunggu (pembayaran) kerahiman. Kerahiman kalau keputusan dari gubernur selesai kita cepat," sambung Budi Karya.

Budi Karya menargetkan, pembayaran uang kerahiman tersebut bisa dirampungkan akhir bulan ini sehingga target pembangunan double track seksi Cicurug-Cigombong juga bisa terealisasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menyatakan bahwa pembangunan DDT seksi tersebut bisa rampung akhir tahun ini.

"Target akhir tahun kita harapkan bisa 100 persen. Ini kita mau kebut. Pembayaran kerahiman sendiri untuk 550 kepala keluarga di sepanjang jalur Cicurug-Cigombong. Kita akan segera lakukan pembayaran dan targetkan akhir bulan ini selesai," tandas Zulfikri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembangunan Rel Ganda Sukabumi-Bogor Terkendala Pembayaran Uang Kerahiman Lahan",

Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help