Pilpres 2019

Tiga Kali Mangkir Diperiksa Soal Mahar Politik, Andi Arief Tawarkan Tiga Opsi Ini kepada Bawaslu

Dia beralasan masih ada urusan di luar kota yang membuat dirinya kembali absen.

Tiga Kali Mangkir Diperiksa Soal Mahar Politik, Andi Arief Tawarkan Tiga Opsi Ini kepada Bawaslu
Kompas.com/Kristian Erdianto
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief 

WAKIL Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief kembali tak memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (24/8/2018).

Ketidakhadiran Andi Arief ini merupakan yang ketiga kalinya, terkait keterangan adanya dugaan mahar Rp 1 triliun dari bakal cawapres Sandiaga Uno ke PKS dan PAN.

"Hari ini sebetulnya saya sudah berjanji hadir di Bawaslu untuk memenuhi undangan ketiga untuk klarifikasi sebagai saksi dugaan mahar politik Sandiaga Uno," ujar Andi Arief lewat keterangan tertulis, Jumat (24/8/2018).

Baca: Suhu Politik Jelang Pemilu Meningkat, Wiranto: Panas Wajar, tapi Jangan Sampai Mendidih

Andi Arief juga telah menyampaikan kepada Bawaslu pada Kamis (23/8/2018) kemarin, terkait kemungkinan dirinya tidak hadir sesuai janjinya beberapa waktu lalu. Dia beralasan masih ada urusan di luar kota yang membuat dirinya kembali absen.

"Ada kemungkinan saya masih belum bisa kembali ke Jakarta, karena saya masih harus bersama orang tua saya yang belum sehat sepenuhnya," ungkap Andi Arief.

Meski tidak hadir hari ini, Andi Arief mengaku telah memberikan tiga opsi kepada Bawaslu agar dirinya tetap bisa memberikan keterangan secara jelas terkait twitnya soal mahar politik tersebut. Namun, opsi itu tampaknya tidak dipilih oleh pihak Bawaslu dengan sejumlah alasan.

Baca: Empat Penyelundup Sabu Jaringan Taiwan Divonis Mati, Satu Diantaranya Warga Indonesia

Andi Arief tetap meminta bantuan kepada pengacaranya agar bisa menjelaskan kepada Bawaslu terkait ketidakhadirannya.

"Pertama, video call. Cara ini bisa membantu saya memberi klarifikasi. Kedua, saya menulis klarifikasi yang saya tanda tangani. Ketiga, saya melakukan klarifikasi di Bawaslu Lampung," beber Andi Arief.

"Saya telah meminta bantuan dua sahabat saya pengacara muda yang juga pengurus partai, yaitu Jansen Sitindaon (Demokrat) dan Habiburokhman (Gerindra), untuk menjelaskan atas ketidakhadiran saya serta menanyakan langsung perkembangan masalah ini selanjutnya, karena sudah undangan yang ketiga buat saya," papar Andi Arief. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help