Akses Jalan Terputus, Relawan dan TNI Jalan Kaki Salurkan Bantuan Lombok

Bantuan korban gempa Lombok terus berdatangan dari penjuru dunia, namun karena sulitnya akses jalan, penyaluran bantuan lambat dilakukan.

Akses Jalan Terputus, Relawan dan TNI Jalan Kaki Salurkan Bantuan Lombok
Kondisi sisa-sisa puing perumahan akibat gempa Lombok yang bertubi-tubi. (Foto: Twiter @Sutopo_PN) 

LONGSOR serta tertutupnya akses jalan memaksa para relawan dan anggota TNI menempuh segala cara untuk menuju permukiman warga yang kini masih terkunci.

Bahkan mereka harus berjalan kaki untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mirisnya kenyataan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho lewat akun twiternya, @Sutopo_PN; pada Jumat (24/8/2018).

Sutopo menyebut bantuan korban gempa Lombok terus berdatangan dari penjuru dunia, namun karena sulitnya akses jalan, penyaluran bantuan lambat dilakukan.

"Bantuan logistik untuk korban gempa Lombok terus berdatangan. Ada kendala kecepatan penyaluran distribusi bantuan karena luasnya wilayah terdampak, akses jalan rusak, sulit dijangkau, pengungsi tersebar. Personil & kendaraan ditambah. Aparat desa & camat membantu distribusi," tulisnya.

Terkait hal tersebut, TNI katanya telah menerjunkan sejumlah helikopter untuk menjangkau wilayah terjauh.

Sementara, wilayah tersulit diakses dengan mengendarai sepeda motor hingga berjalan kaki.

"Helikopter TNI dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan korban gempa Lombok khususnya ditujukan ke daerah-daerah yang jauh dan akses sulit dijangkau," tulisnya.

"Aparat TNI dikerahkan mengirim bantuan ke desa-desa terpencil yang sulit dijangkau dgn kendaraan roda 4. Banyak desa-desa di Lombok Utara & Lombok Timur di bukit dan daerah yang aksesnya sulit sehingga dijangkau dgn sepeda motor. Bahkan ada bantuan yang diantar dgn jalan kaki," tulisnya lagi. (https://twitter.com/Sutopo_PN/status/1032776903814336513)

Bersamaan dengan penyaluran bantuan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada sebanyak 1.059 gempa terhitung sejak tanggal 5 Agustus 2018 hingga 21 Agustus 2018.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help