2 Kali Dilaporkan Nikita Mirzani, Sam Aliano: Ini 5 Kejanggalan yang Terjadi

Menurut Sam Aliano, terdapat lima kejanggalan dalam kasus dirinya dengan Nikita Mirzani yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

2 Kali Dilaporkan Nikita Mirzani, Sam Aliano: Ini 5 Kejanggalan yang Terjadi
Istimewa
SAM Aliano ketika diwawancarai oleh awak media terkait kunjungannya ke KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018). 

KETUA DPP Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI), Sam Aliano, untuk kedua kalinya kembali dilaporkan oleh artis Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik, Kamis (23/8/2018).

Menurut Sam Aliano, terdapat lima kejanggalan dalam kasus dirinya dengan Nikita Mirzani yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Pertama, tahun lalu Nikita Mirzani melaporkan lima orang, termasuk Sam Aliano atas dugaan pencemaran nama baik. Namun, polisi hanya melakukan proses hukum terhadap Sam Aliano. Sedangkan empat orang lainya tidak pernah diproses.

"Anehnya, dari lima terlapor, hanya saya yang diproses hukum. Sedangkan 4 orang lainnya tidak ada proses hukum. Ini bukti jika penyidik tidak profesional," ujar Sam Aliano dalam rilis yang diterima Warta Kota, Jumat (24/8/2018).

Kejanggalan kedua, polisi tidak mengusut pemilik akun atas nama Nikita Mirzani yang menghina para pahlawan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Oleh karena itu dikatakan Sam Aliano belum tentu Nikita Mirzani tidak bersalah.

"Seharusnya dibuktikan dulu siapa pemilik akun tersebut. Pemiliknya Nikita Mirzani atau bukan. Ini belum jelas, tapi kenapa justru saya yang diproses hukum dan jadi tersangka. Ini kan janggal dan salah besar," tutur Sam Aliano.

Kejanggalan ketiga, barang bukti saat Sam Aliano melapor ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa pernyataannya dalam twitter bukan menuding Nikita Mirzani.

Sam Aliano mengaku bahwa barang bukti tersebut sudah diserahkan ke penyidik tahun lalu. Anehnya, penyidik tidak mempertimbangkan barang bukti tersebut.

"Jika penyidik pakai barang bukti itu, saya tidak mungkin dijadikan tersangka. Barang bukti itu merupakan surat terbuka kepada KPI sebagai surat resmi termasuk video," kata Sam Aliano.

Kejanggalan keempat, laporan masyarakat dari Sumatera Selatan atas nama Rahmat terhadap akun twitter Nikita Mirzani, juga tidak pernah diproses oleh polisi hingga saat ini.

"Kejanggalan kelima, hari ini Pak Adi Deriyan (Dirreskrimsus PMJ) menyampaikan di hadapan media bahwa Sam Aliano salah karena menghina Nikita Mirzani. Saya tanya, Pak Adi apakah bisa membuktikan saya hina Nikita Mirzani? Saya tidak pernah menghina Nikita Mirzani, saya dengan profesionalisme datang ke KPI. Itu bukan menghina," ucap Sam Aliano. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help