Potong Hewan Kurban, Jakarta Islamic Centre Gunakan Pendekatan HACCP

Jakarta Islamic Centre (JIC) melaksanakan pemotongan hewan kurban dengan menggunakan pendekatan Hazard Analysis Control Point (HACCP).

Potong Hewan Kurban, Jakarta Islamic Centre Gunakan Pendekatan HACCP
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Jakarta Islamic Centre (JIC) melaksanakan pemotongan hewan kurban dengan menggunakan pendekatan Hazard Analysis Control Point (HACCP). 

WARTA KOTA, KOJA---Jakarta Islamic Centre (JIC) melaksanakan pemotongan hewan kurban dengan menggunakan pendekatan Hazard Analysis Control Point (HACCP).

Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengendalikan bahaya selama produksi.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Rakhmad Zailani Kiki, mengatakan, pada Idul Adha 1439H pihaknya melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa tujuh ekor sapi dan 10 ekor kambing, Kamis (23/8/2018).

Baca: Anang Bangga karena Azriel sudah Berani Menyembelih Hewan Kurbannya Sendiri

"Pemotongan hewan kurban dengan pendekatan HACCP sudah diselenggarakan oleh JIC sejak tahun 2010 sampai sekarang," kata Rakhmad, dalam keterangannya, Kamis (23/8/2018).

HACCP yang diterjemahkan dengan analisa bahaya dan pengendalian titik kritis adalah suatu pendekatan ilmiah, rasional dan sistematik untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan bahaya selama produksi, proses, manufacturing, penyiapan, dan penggunaan.

Pengadopsian sistem HACCP dalam penyelenggaran kurban dilakukan JIC karena di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, pemotongan hewan kurban umumnya tidak dilakukan di tempat rumah potong hewan (RPH).

Baca: Pemuda di Penjaringan Bagikan Daging Kurban Pakai Sepeda

"Pemotongan hewan kurban umumnya dilaksanakan di halaman masjid atau di lapangan terbuka yang dilakukan oleh para pemotong amatir atau dadakan dengan perlengkapan dan pemeliharaan seadanya yang tidak menunjang higienitas hewan kurban," kaat Rakhmad.

Penerapan sistem HACCP juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selain kepada hewan kurban dan peralatan, juga terlihat pada para petugas kurban di JIC. Mereka dilengkapi dengan tutup kepala, tutup mulut, sarung tangan dan sepatu boot.

Baca: Depok Potong 26.904 Hewan Kurban

"Hal itu penting, sebab bakteri atau kuman dapat tertular ke daging hewan kurban dari rambut, mulut, tangan dan kaki para petugas pemotong hewan kurban," kata Rakhmad.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help